Perusahaan Rekaman Gandeng Kreator Film Lokal Berkarya di Platform OTT

Minggu, 14 Agustus 2022 - Andreas Pranatalta

MINAT masyarakat Indonesia terhadap konten film dan series yang tayang eksklusif di platform Over The Top (OTT) kian bertumbuh. Berdasarkan riset Future of TV dari The Trade Desk (TTD), popularitas OTT meningkat pesat setelah pandemi COVID-19 memasuki tahun ke tiga.

Temuan studi ini menunjukkan bahwa satu dari tiga orang Indonesia menonton konten OTT dan mereka menonton setidaknya 3,5 miliar jam konten setiap bulannya. Bahkan, Indonesia kini memimpin posisi konsumsi OTT terbanyak di Asia Tenggara.

Tren tersebut telah lama diperhatikan oleh perusahaan label rekaman Trinity Optima Production (TOP). TOP juga membuka kesempatan pada kreator film lokal dan Production House kecil-menengah sebagai mitra produksi konten, sebelum dipasarkan lewat OTT rekanan Trinity.

"OTT saat ini membutuhkan pasokan karya-karya lokal yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan penonton mereka. Di sisi lain, banyak kreator film dan serial yang ingin menjual karyanya ke OTT namun terkendala biaya produksi, promosi, sponsor, dan lainnya," kata CEO Trinitiy Optima Production Yonathan Nugroho, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com, Jumat (12/8).

Baca juga:

Setia Band Rilis Single Terakhir bersama Trinity Optima Production

Perusahaan Rekaman Gandeng Kreator Film Lokal Berkarya di Platform OTT
Kemitraan dengan TOP dapat membantu mereka mengelola cashflow agar proses produksi berjalan lancar. (Foto: Unsplash/Jeremy Yap)


"Di satu sisi, kehadiran OTT sangat diminati karena konten film dan serialnya punya daya tarik tinggi di masyarakat. Cerita yang berkualitas, pemeran yang cakap dan strategi marketing yang tepat jadi kewajiban untuk suksesnya sebuah konten," lanjutnya.

Langkah awal TOP di platform OTT berawal sejak 2019 melalui serial Cerita Dokter Cinta yang tayang di Maxstream. Seiring berjalannya waktu, pihaknya pun memutuskan untuk bersama-sama dengan konten kreator melakukan kolaborasi yang lebih menyentuh.

"Dalam proses produksi film atau serial, kita tidak hanya membutuhkan dana tetapi juga end to end proses produksi sampai selesai, termasuk dalam hal marketing dan promosi, harus dibuatkan strategi agar karya dapat diterima oleh pasar," kata Yonathan.

Bagi kreator film dengan budget produksi terbatas, kemitraan dengan TOP dapat membantu mereka mengelola cashflow agar proses produksi berjalan lancar.

Baca juga:

Talenta Muda Indonesia Unjuk Gigi di Konser 'Hari Ini Indah'

Perusahaan Rekaman Gandeng Kreator Film Lokal Berkarya di Platform OTT
Indonesia kini memimpin posisi konsumsi OTT terbanyak di Asia Tenggara. (Foto: Unsplash/Denise Jans)

Menurut Yonathan, bisnis ini mengalami pertumbuhan yang cukup baik dari tahun ke tahun. Pertumbuhan revenue tahun ke tahun bisa mencapai 20 persen setiap tahunnya. Tentunya ini menjadi salah satu new revenue generator yang baik ke depannya.

"Yang kami kejar tidak semata profitnya, tetapi juga peningkatan nilai kreator film lokal di mata publik," tuturnya.

Beberapa karya lain yang didukung oleh TOP, antara lain Cerita Dokter Cinta (2019), Journal of Terror: Afterlife (2020), Vidi-O-Call (2020), Kau & Dia Season 1 (2021), hingga E-Sport Legend: Push It Down (2022). (and)

Baca juga:

Peran Penting Label Rekaman dalam Berkarier di Industri Musik

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan