MerahPutih.com - Presiden Jokowi telah sudah menanggapinya soal rencana reshuffle atau perombakan kabinet saat ditanya wartawan terkait apakah Presiden akan melakukan perombakan kabinet pada Rabu Pon dalam waktu dekat ini.
Isu perombakan menguat setelah Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta, meski tidak ada penjelasan mengenai maksud pertemuan tersebut.
Baca Juga:
Jokowi Diisukan Rombak Kabinet di Februari, Zulhas: Saya Ngurus Telur
Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menilai langkah reshuffle atau perombakan kabinet tidak akan terlalu mempengaruhi konstelasi perpolitikan di Tanah Air.
"Reshuffle sekarang ini kan hal biasa ya. Ada atau tidak reshuffle, tidak mempengaruhi konstelasi politik," kata Teguh.
Teguh mengatakan, perombakan kabinet bisa saja dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat untuk menegaskan posisi politiknya, terutama menjelang kontestasi Pemilihan Umum 2024.
"Apakah itu (reshuffle) akan menentukan kehebohan politik, enggak akan. Hanya semakin menegaskan, misalnya si A mendukung A dari partai A. Itu saja saya kira," kata Wakil Dekan I FISIP Undip tersebut dikutip Antara.
Ia mengatakan, Presiden Jokowi sudah seharusnya menjaga soliditas kabinet yang dipimpinnya dengan berbagai upaya, termasuk merombak kabinet jika memang langkah itu diperlukan.
"Saya kira jelas begitu. Di mana pun presiden itu 'the most ultimate power'. Ketika kemudian ada yang tidak loyal, ada yang memutuskan selesai di tengah jalan, harus ada penegasan dari pemimpin nasionalnya," katanya. (*)
Baca Juga:
Reshuffle Kabinet, Jokowi: Tunggu Aja