Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Peringatan Keras Trump ke Paus Leo XIV: Anda Tidak Bisa Biarkan Iran Punya Senjata Nuklir, Jutaan Orang akan Mati

Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026

Merahputih.com - Presiden AS, Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Paus Leo XIV mengenai ancaman senjata nuklir Iran yang berpotensi memusnahkan jutaan umat manusia.

Dalam wawancara terbaru, Trump menekankan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat justru bertujuan untuk melindungi keselamatan umat Katolik di seluruh dunia dari serangan mendadak yang mematikan.

Baca juga:

Ancaman Teranyar Trump ke Iran, Jadikan Kapal Iran Target Seperti ke Bandar Narkoba

Peringatan Terbuka Trump Mengenai Ancaman Iran

Trump mengungkapkan kekhawatirannya secara langsung kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut. Ia menilai pengayaan uranium oleh Iran bukan sekadar isu politik, melainkan ancaman eksistensial bagi negara-negara Eropa, termasuk Italia.

Trump menegaskan bahwa pembiaran terhadap program nuklir Iran hanya akan berujung pada bencana kemanusiaan skala besar.

“Ini adalah salah satu perang terpenting. Saya mengatakan kepada Paus; Anda tidak bisa membiarkan mereka (Iran) memiliki senjata nuklir karena mereka akan menggunakannya dan jutaan orang akan mati, termasuk orang Italia dan umat Katolik di seluruh dunia,” kata Trump kepada The New York Post, Selasa (21/4).

Ketegangan Diplomatik Antara Gedung Putih dan Vatikan

Kekecewaan Trump memuncak akibat kritik konsisten yang dilontarkan Paus Leo XIV terhadap kebijakan militer AS dan Israel. Trump bahkan mengklaim bahwa posisi kepemimpinan Paus saat ini tidak lepas dari pengaruh kehadirannya di Gedung Putih.

Meski menyatakan tidak memiliki masalah pribadi dengan Paus, Trump tetap bersikukuh pada haknya untuk berbeda pendapat demi kepentingan perdamaian jangka panjang.

Baca juga:

Paus Jawab Hinaan Presiden AS, Tak Takut Dengan Pemerintahan Trump

Di sisi lain, Paus Leo XIV tetap pada pendiriannya mengecam agresi militer. Menanggapi seruan Menteri Perang AS Pete Hegseth yang meminta doa bagi personel militer, Paus menegaskan dalam khotbahnya bahwa keinginan untuk mendominasi bangsa lain tidak sejalan dengan ajaran agama.

Perselisihan ini mempertegas jurang pemisah antara pendekatan militeristik Washington dan visi pasifisme Vatikan.

Baca Artikel Asli