Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Dibuka Melemah Ke Level 6.408! Pasar Saham Domestik Waspadai Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Global

Angga Yudha Pratama - Rabu, 19 Agustus 2026

Merahputih.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami fase konsolidasi atau sideways akibat sikap wait and see para pelaku pasar terhadap penetapan arah kebijakan moneter domestik.

Pembukaan perdagangan mencatatkan penurunan IHSG sebesar 41,65 poin atau 0,65 persen menuju posisi 6.408,18.

Baca juga:

IHSG Terbang Tinggi Tembus Level 6.400, Pidato Ekonomi Prabowo Bikin Bursa Efek Bergairah

Sementara itu, kelompok saham unggulan pada Indeks LQ45 bergerak menguat tipis 0,15 poin atau 0,02 persen menuju level 631,18.

"IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.400 hingga 6.500,"

ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.

Pasar menaruh perhatian penuh pada pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Konsensus pasar memproyeksikan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada level 5,75 persen demi menjaga laju inflasi domestik serta memperkuat nilai tukar rupiah.

Proyeksi Indikator Ekonomi Domestik

Kebijakan moneter Bank Indonesia bertujuan menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Keputusan suku bunga acuan turut memengaruhi penetapan fasilitas simpanan serta pinjaman perbankan.

Rincian data indikator ekonomi domestik serta proyeksi perbankan:

"Investor diperkirakan mencermati penjelasan Bank Indonesia mengenai arah kebijakan selanjutnya," tutur Ratna Lim.

Tekanan Geopolitik Dan Imbal Hasil Obligasi Global

Dinamika pasar saham domestik turut menerima sentimen dari kawasan mancanegara.

Penutupan harga minyak mentah menunjukkan penguatan akibat eskalasi geopolitik wilayah Selat Hormuz serta pembatalan perpanjangan kesepakatan gencatan senjata oleh pemerintah Amerika Serikat.

Kondisi tersebut memicu kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di berbagai negara ke titik tertinggi sepanjang beberapa dekade.

Baca juga:

IHSG Terbang ke Zona Hijau pada Sesi 1, Efek Pidato Prabowo Sentil Tambang Ilegal?

Lonjakan imbal hasil obligasi global berdampak langsung pada saham sektor teknologi akibat sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi suku bunga.

Beban korporasi teknologi kian bertambah seiring penerbitan obligasi berskala besar guna mendanai pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Secara bersamaan, bursa saham global mencatatkan pergerakan bervariasi:

Baca Artikel Asli