Merahputih.com - Laju pergerakan IHSG hari ini terpaksa ditutup melemah sebesar 0,83 persen atau merosot 50,64 poin ke level 6.071,14 pada penutupan bursa Rabu (30/9).
Pelemahan indeks saham ini bikin banyak investor putar otak menyusun strategi, sehingga mencari prediksi IHSG besok menjadi langkah krusial untuk mengamankan portofolio investasi mereka.
Baca juga:
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Walaupun grafik Indeks Harga Saham Gabungan sedang memerah, nyatanya pergerakan nilai tukar rupiah justru sukses unjuk gigi dengan penguatan 0,33 persen dan nangkring di posisi Rp17.884 per dolar AS akibat melemahnya indeks dolar AS.
Menariknya lagi, tren loyo pada bursa saham Tanah Air ini terjadi berbarengan dengan melandainya harga minyak dunia jenis Brent yang terkoreksi turun ke bawah level 96 dolar AS per barel, sehingga memunculkan dinamika market yang cukup unik buat dicermati.
Sentimen Minyak Dunia dan Imbasnya ke Pasar

Penurunan harga minyak ini ternyata dipicu oleh sentimen positif dari Timur Tengah dan kebijakan Amerika Serikat. A
liran minyak mentah dari kawasan Timur Tengah mulai lancar kembali, ditambah langkah AS yang melepas cadangan daruratnya sukses meredakan kekhawatiran soal pasokan global.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, membenarkan adanya perbaikan distribusi tersebut dalam analisanya:
Rata-rata ekspor minyak mentah selama 10 hari terakhir dari Timur Tengah telah pulih di level 17,5 juta barel per hari atau setara dengan 98 persen dari tingkat sebelum perang,
ucap Ratna.
Analisa Teknikal: Prediksi IHSG Besok Bergerak Konsolidatif
Secara teknikal, indikator pasar belum menunjukkan tanda-tanda rebound yang agresif. Histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) terpantau masih betah nyangkut di area negatif.
Di sisi lain, indikator Stochastic Relative Strength Index (RSI) juga masih berada di zona oversold alias jenuh jual.
Berkaca dari kondisi indikator tersebut, prediksi IHSG besok pada perdagangan Kamis (1/10) diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif. Rentang pergerakannya kemungkinan akan tertahan di kisaran level psikologis 6.000 hingga 6.200.
Rapor Sektoral dan Gemuruh Transaksi Bursa
Dari 11 sektor yang ada di indeks sektoral IDX-IC, mayoritas harus rela gigit jari. Sembilan sektor kompak ditutup melemah, dan hanya menyisakan dua sektor yang berhasil survive di zona hijau.
Sektor industri tampil sebagai primadona dengan memimpin penguatan sebesar 1,17 persen, disusul oleh tipisnya kenaikan sektor barang konsumen primer di angka 0,15 persen.
Baca juga:
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Meski indeks tertekan, lantai bursa tetap ramai riuh. Sepanjang hari Rabu, tercatat ada 1,8 juta kali frekuensi transaksi.
Jumlah saham yang pindah tangan juga nggak main-main, mencapai 30,12 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi menyentuh angka fantastis Rp14,03 triliun.
Secara keseluruhan, pertempuran di bursa hari ini mencatatkan 308 saham naik, 360 saham terpaksa turun, dan 125 saham lainnya memilih jalan aman alias stagnan.