Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Peretas Binance Pakai Sasar Teknisi untuk Masukkan Malware dan Bobol Kripto USD 6,3 Miliar

Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026

MERAHPUTIH.COM — PERETAS yang mencuri uang senilai USD 6,3 miliar (sekitar Rp 99 triliun) dari Binance menggunakan wawancara kerja palsu dan meretas alat AI internal milik perusahaan. Temuan ini diungkapkan pihak Binance. Temuan awal yang diterbitkan perusahaan pengelola bursa kripto terbesar di dunia tersebut menyatakan peretas mengakses sistem mereka melalui kampanye canggih bernuansa multitahap.

Pihak perusahaan menyebut peretas menggunakan berbagai teknik seperti pengunduhan perangkat lunak berbahaya (malware) untuk meretas komputer milik teknisi Binance dan mengambil alih kendali atas alat-alat yang digunakan untuk menguras dompet kripto bernilai miliaran dolar tersebut.

Binance menyebutnya sebagai insiden keamanan yang serius dan sangat canggih. Pihak Binance menyampaikan permohonan maaf dengan menyatakan hal ini seharusnya tidak boleh terjadi.

Baca juga:

Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi


Menipu para Teknisi





Dalam sebuah unggahan di X, Binance menyampaikan peretas menargetkan para teknisi mereka menggunakan teknik social engineering. Teknik itu memperlihatkan cara peretas menggunakan pendekatan seperti phishing untuk memperdaya target agar menyerahkan informasi sensitif atau data pribadi, yang kemudian digunakan untuk mencoba mengakses akun mereka.

Binance menjelaskan, sebagai bagian dari peretasan tersebut, salah satu teknisi mereka dihubungi melalui platform pencari kerja resmi dan diundang ke wawancara kerja palsu oleh perwakilan perusahaan bodong. Pihak perusahaan menyebut para pelaku menggunakan metode yang lebih canggih dan penuh tipu daya untuk membangun kepercayaan dengan sang teknisi, seperti membagikan akun media sosial yang berisi foto-foto pribadi.

Teknisi yang bersangkutan kemudian diminta untuk mengunduh malware yang disamarkan sebagai ‘tugas’ pada wawancara kedua. Malware itu kemudian menjalankan kode berbahaya dengan ‘teknik penyamaran’ sehingga lolos dari deteksi. Binance mengatakan peretas kemudian memanfaatkan komputer teknisi yang telah terinfeksi tersebut beserta alat AI internal perusahaan untuk menguasai laptop dua teknisi lainnya, lalu mengeksekusi langkah-langkah serangan berikutnya.


Pembekuan Aset telah Dibuka Kembali




Insiden ini membuat Binance membekukan penarikan dana bagi seluruh pengguna secara global. Itu berarti pengguna tidak dapat menarik mata uang kripto mereka keluar dari platform sampai layanan tersebut dipulihkan pada Minggu.

Para pelanggan menarik aset bernilai miliaran dolar setelah platform tersebut dibuka kembali.

"Kami memohon maaf atas kekhawatiran, gangguan, dan ketidakpastian yang ditimbulkan bagi para pengguna, mitra, dan industri secara luas," kata Binance.

Pihak perusahaan menambahkan mereka telah mengambil serangkaian langkah setelah insiden tersebut, termasuk bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak dan membekukan aset-aset yang terdampak. Binance juga menyatakan telah menyisihkan lebih dari 100 persen dana yang dibutuhkan untuk menutup kerugian tersebut, serta mengonfirmasi bahwa 98 persen dari aset token yang terdampak telah dipulihkan hingga Sabtu.

Peretasan ini disebut-sebut menjadi peretasan kripto terbesar hingga saat ini.(dwi)

Baca juga:

Binance Kena Hack, Bekukan Aset Senilai USD 6,3 Miliar

Baca Artikel Asli