MerahPutih.com - Kelangkaan BBM di Sumatera Utara diduga dipicu adanya sejumlah sopir truk yang mogok.
Hal ini diungkapkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal.
kata Bobby
Jadi, Pemprov Sumut meminta personel TNI dan Polri disiapkan untuk menggantikan pengemudi mobil tangki untuk sementara.
“Jadi TNI-Polri ini untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini TNI-Polri sudah siap untuk itu,” jelasnya.
Baca juga:
TNI dan Polri Siap Amankan Distribusi BBM ke SPBU
Menurut Bobby, personel TNI dan Polri tidak hanya diperlukan untuk mengemudikan truk pengangkut BBM. Mereka juga akan membantu pengamanan selama distribusi dari terminal menuju SPBU.
“Jadi kami minta mulai malam ini TNI-Polri sudah siap jumlah personelnya. Untuk pengontrolan, Pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan. Pemerintah siap meng-cover sementara,” jelasnya.
Bobby menyebutkan, persoalan distribusi tersebut berkaitan dengan masalah internal antara Pertamina dan para pengemudi mobil tangki.
Baca juga:
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan B50, ini Target Besar di Balik Program Biodiesel
Pemberhentian massal membuat kendaraan pengangkut BBM tidak dapat dioperasikan secara maksimal. Padahal, stok BBM di Sumatera Utara disebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM,” jelasnya. (knu)