MerahPutih.com - Pemerintah telah memulai implementasi biodiesel B50 yang menggunakan campuran 50 persen minyak kelapa sawit.
Presiden Prabowo Subianto berharap Indonesia mampu memproduksi bensin berbahan baku tanaman dalam tiga hingga empat tahun mendatang sebagai bagian dari penguatan kemandirian energi nasional.
Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio menilai penerapan B50 membantu neraca perdagangan dengan cara memotong impor BBM.
B50 membantu neraca perdagangan dengan cara memotong impor BBM. Setiap liter Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menggantikan satu liter solar fosil, dan pada harga distilat hari ini yang sekitar 138 dolar AS per barel, penghematannya bernilai sekitar 0,80 dolar AS sampai 0,87 dolar AS per liter,
ujar Andry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (13/7).
Baca juga:
Setelah Serang Pangkalan BBM AS di Oman, Ledakan Landa Wilayah Iran Selatan
Angka ini besar, justru karena harga solar dunia sedang tidak normal. Minyak mentah sudah turun ke sekitar 72 dolar AS per barel, tetapi harga solar tidak ikut turun akibat gangguan pasokan distilat di Selat Hormuz.
Dengan demikian, selisih harga antara minyak mentah (bahan baku) dan produk olahan yang dihasilkan darinya atau crack spread melonjak ke 70 sampai 75 persen dari nilai satu barel minyak mentah, dari sekitar 27 persen pada awal tahun.

