MerahPutih.com - PT Jasa Marga mulai menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program biodiesel nasional dan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Rest Area KM 57A berada di koridor utama mobilitas masyarakat serta distribusi logistik nasional. Lokasi ini juga terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol.
Dukung Implementasi Program Biodiesel B50
Penyediaan Biosolar B50 merupakan kelanjutan dari implementasi program biodiesel sebelumnya, yakni B35 dan B40.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan mitra pengelola SPBU di lingkungan rest area Jasa Marga Group.
Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas layanan, kelancaran operasional, serta penyaluran Biosolar B50 berjalan sesuai tahapan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca juga:
B50 Resmi Berlaku, Prabowo Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Impor Solar
Jasa Marga Siapkan Infrastruktur Pendukung
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, Jumat (10/7), kehadiran Biosolar B50 di rest area merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan jalan tol yang mampu menjawab kebutuhan transportasi masa depan.
Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol dapat terus beradaptasi dengan perkembangan sektor transportasi nasional.
Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.
Rest Area Didorong Jadi Simpul Transisi Energi
Rivan menambahkan, Jasa Marga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis perusahaan, termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin responsif terhadap isu keberlanjutan.
Menurutnya, dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor transportasi berkelanjutan.
"Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi," tambahnya.
Baca juga:
Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan
B50 akan Diperluas ke Rest Area Lain
Ke depan, penyediaan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap di SPBU yang berada di koridor rest area Jasa Marga Group lainnya.
Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi rest area Jasa Marga Group sebagai ruang pelayanan publik yang lebih adaptif, andal, dan selaras dengan arah pengembangan transportasi berkelanjutan.
Melalui implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga juga memperkuat peran rest area sebagai bagian penting dari ekosistem layanan jalan tol.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus mempererat kolaborasi dengan pemerintah, Pertamina, dan para pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Asp)

