DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot

Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna / dok Media DPR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mengingatkan pemerintah agar tidak membangun narasi tunggal yang menempatkan biodiesel B50 sebagai bahan bakar hijau hanya berdasarkan rendahnya emisi gas buang kendaraan. Menurut dia, keberhasilan transisi energi tidak diukur dari emisi di knalpot.

“Ini harus dihitung dari proses produksi bahan baku hingga dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkannya,” jelas Ateng dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/7).

Dia menilai manfaat program ini tidak boleh dijadikan dasar untuk langsung menyimpulkan bahwa B50 otomatis lebih ramah lingkungan dibandingkan BBM biasa.

B50 tidak boleh dijual kepada publik sebagai BBM hijau hanya karena emisi knalpotnya lebih rendah.

Kalau bahan bakunya diperoleh melalui ekspansi sawit yang membuka hutan, mengeringkan gambut, dan memicu konflik lahan, maka B50 justru bisa menjadi energi yang tidak lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan BBM fosil.

Ateng Sutisna, Anggota Komisi XII DPR RI

Penilaian terhadap biodiesel harus menggunakan pendekatan life-cycle assessment, yaitu menghitung seluruh emisi sejak tahap produksi bahan baku, perubahan penggunaan lahan, proses pengolahan, distribusi, hingga penggunaannya sebagai bahan bakar.

Biodiesel B50 Berpotensi Ciptakan Carbon Debt



Ia menjelaskan titik kritis kebijakan B50 berada pada sisi hulu. Diperkirakan, kebijakan biodisesl B50 membutuhkan pasokan CPO dalam jumlah yang sangat besar.

“Pengurangan emisi di knalpot tidak boleh dibayar dengan pembukaan hutan, rusaknya gambut, dan hilangnya ruang hidup masyarakat adat maupun petani kecil,” ujarnya.

Ia mengingatkan berbagai kajian internasional menunjukkan konversi hutan menjadi perkebunan sawit dapat menciptakan carbon debt. Oleh karena itu, klaim B50 sebagai energi hijau harus dibuktikan melalui penghitungan karbon yang komprehensif.

Ganggu Pasokan Minyak Goreng


Ia juga menyoroti potensi dampak sosial dari peningkatan konsumsi CPO untuk sektor energi. Peningkatan serapan CPO bagi biodiesel dapat memperketat persaingan antara kebutuhan energi dan pangan sehingga berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan maupun harga minyak goreng domestik.

Pemerintah harus memastikan B50 tidak memicu kelangkaan minyak goreng, tidak menaikkan harga pangan, dan tidak menekan daya beli rakyat.

Ateng Sutisna, Anggota Komisi XII DPR RI



Ia mengingatkan bahwa petani sawit rakyat belum tentu menjadi pihak yang paling diuntungkan dari program ini. Apabila pembiayaan biodiesel semakin bergantung pada pungutan ekspor sawit, tekanan tersebut dapat berdampak terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani, sementara manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati industri pengolahan.

“Jangan sampai B50 menjadi kebijakan yang propetani, tetapi petani sawit ikut membiayai subsidi biodiesel melalui harga TBS yang tertekan. Pemerintah harus memastikan keadilan distribusi manfaat,” ungkapnya.

Kebijakan Biodiesel B50 Perlu Evaluasi Komprehensif



Oleh karena itu, pemerintah diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi B50.

Transisi energi harus memenuhi tiga prinsip utama yakni menurunkan emisi, tidak merusak ekosistem, serta menghadirkan keadilan sosial.

Ateng Sutisna, Anggota Komisi XII DPR RI



Ia mendorong pemerintah melakukan audit siklus hidup karbon secara terbuka, memastikan seluruh pasokan bahan baku biodiesel bebas dari deforestasi dan konflik lahan. Selain itu, pemerintah juga perlu mengutamakan peremajaan sawit rakyat dibanding pembukaan lahan baru, menerapkan skema flexi-blending yang menyesuaikan kadar biodiesel dengan kondisi lingkungan dan ekonomi, serta mengarahkan dana sawit lebih besar bagi peningkatan produktivitas petani.

Program mandatori Biodiesel B50 yang diterapkan pada 1 Juli 2026 memang merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor solar, sekaligus mendukung target net zero emission (NZE) 2060.

Pencampuran fatty acid methyl ester (FAME) berbasis kelapa sawit ke dalam solar mampu menekan emisi karbon monoksida, hidrokarbon, partikulat, serta emisi sulfur. Pemerintah bahkan memperkirakan implementasi B50 dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 46,72 juta ton CO2 ekuivalen setiap tahun.(knu)

Baca juga:

BBM B50 Meluncur 1 Juli 2026, Simak 4 Fakta dan Keunggulannya

#Bahan Bakar Nabati (BBN) #B50 #Biodiesel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Kejar Program Swasembada Daging, Indonesia Ditargetkan Mandiri dalam 5-6 Tahun
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan meluncurkan program swasembada daging. Program itu ditargetkan 5-6 tahun ke depan.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Kejar Program Swasembada Daging, Indonesia Ditargetkan Mandiri dalam 5-6 Tahun
Indonesia
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan B50, ini Target Besar di Balik Program Biodiesel
Indonesia sudah resmi menerapkan B50. Kini, Indonesia menjadi negara pertama yang pakai biodiesel 50 persen.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan B50, ini Target Besar di Balik Program Biodiesel
Indonesia
Presiden Prabowo Klaim Upaya Pengurangan Emisi Karbon Indonesia Disorot Dunia, Sebuah Sejarah
Sorotan tersebut tidak terlepas dari berbagai terobosan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Presiden Prabowo Klaim Upaya Pengurangan Emisi Karbon Indonesia Disorot Dunia, Sebuah Sejarah
Indonesia
Jasa Marga Hadirkan Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek
PT Jasa Marga mulai menyediakan Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek sebagai dukungan terhadap program biodiesel nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Jasa Marga Hadirkan Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek
Indonesia
Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan
Keberhasilan program B50 menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperbesar nilai tambah industri kelapa sawit.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan
Indonesia
B50 Resmi Berlaku, Prabowo Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Impor Solar
Program mandatori B50 resmi diluncurkan. Presiden Prabowo menyebut kebijakan ini membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar sekaligus memperkuat kemandirian energi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
B50 Resmi Berlaku, Prabowo Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Impor Solar
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Luncuran Program Mandatori B50
Program B40 pada 2025 tercatat menghemat devisa negara sebesar Rp 133,3 triliun. Melalui Program Mandatori B50, penghematan devisa pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp 170 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Presiden Prabowo Subianto Luncuran Program Mandatori B50
Indonesia
DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot
Pengurangan emisi di knalpot tidak boleh dibayar dengan pembukaan hutan, rusaknya gambut, dan hilangnya ruang hidup masyarakat adat maupun petani kecil.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot
Indonesia
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Kesiapan KAI sejalan dengan mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Indonesia
B50 Siap Diluncurkan Presiden, 29 Terminal BBM Pertamina Segera Distribusi
Bahan bakar biodiesel B50 segera diluncurkan pada bulan Juli 2026. Jika B50 telah berlaku, Presiden yakin ada banyak penghematan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
B50 Siap Diluncurkan Presiden, 29 Terminal BBM Pertamina Segera Distribusi
Bagikan