Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar

Ilustrasi BBM. Foto Freepik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah akan memulai penggunaan Biodiesel 50 atau B50 dengan bahan baku campuran dari kelapa sawit. Pada 2026 diperkirakan kebutuhan biodiesel sebanyak 16.085.084 KL (B40) dan 20.106.354 KL (B50). Sedangkan kebutuhan CPO 14.958.105 ton (B40) dan 18.697.632 ton (B50).

Sementara tahun 2028, kebutuhan biodiesel sebanyak 21.330.831 KL (B50) dengan kebutuhan CPO sekitar 19.836.318 ton (B50). Diproyeksikan pada tahun 2045 produksi minyak sawit sebanyak 60,03 juta ton atau 54,73 juta ton CPO. Sementara kebutuhan biodisel sebanyak 31,15 juta ton.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan, hasil ujicoba terhadap bahan bakar nabati biodisel 50 persen campuran minyak sawit (B50) menunjukkan kualitasnya memenuhi standar kadar air.

Kepala Divisi Penyaluran Dana Bahan Bakar Nabati BPDP Zuhdi Eka Nurrakhman mengatakan, pemerintah menargetkan implementasi serentak B50 secara nasional pada 1 Juli 2026 setelah selesai uji coba dilakukan pada beberapa moda transportasi sejak akhir 2025.

Progresnya, untuk otomotif telah uji jalan kendaraan berat (40.000 kilometer) telah selesai dengan hasil stabil, sedangkan untuk kendaraan ringan selesai Mei 2026, sementara sektor lain, tengah diuji stabilitas penyimpanan angkutan laut yang direncanakan pada Mei 2026 dan uji kereta api selesai Oktober 2026.

Dari hasil uji coba, 99,88 persen kualitasnya sampel memenuhi standar kadar air, maksimal 320 ppm,

kata dia.

Saat webinar "Implementasi Mendukung Hilirisasi dan Kesejahteraan Pekebun Sawit" yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bekerja sama dengan BPDP, Zuhdi mengatakan, pemerintah berhasil secara konsisten mempertahankan program mandatori biodisel saat gejolak harga minyak dunia.

Bahkan 2023 telah diimpelementasikan B35 dengan realisasi penyaluran sebanyak 13,14 juta kiloliter (KL) pada 2024, sedangkan penyaluran B40 pada 2025 mencapai 14,7 juta KL.

Terkait penerapan B50, menurut dia, ada beberapa tantangan seperti kapasitas produksi masih terbatas, infrastruktur perlu diupgrade, terutama kapasitas dermaga, pengangkutan, dan tangki penyimpanan.

Kemudian ada disparitas harga bahan bakar nabati (BBN) dan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi normal yang mengakibatkan pembiayaan insentif biodiesel sangat besar.

Dalam kondisi geopolitik saat ini, tambahnya, implementasi B50 pada semester II 2026 mengakibatkan pembiayaan BPDP defisit. Hitungannya, harga minyak dunia berada di bawah 100 dolar AS/barel dengan asumsi harga BBN tetap.

Sedangkan dalam kondisi normal (tanpa perang), implementasi B50 mengakibatkan defisit pembiayaan BPDP karena selisih harga indeks pasar (HIP) Biodiesel dan HIP solar memiliki tren meningkat seiring peningkatan kadar campuran biodiesel. Padahal pendapatan BPDP hanya ditopang dari Pajak Ekspor (PE).

Hasil kajian menunjukkan untuk membiayai program B50 pada kondisi normal dibutuhkan sumber pembiayaan dari PE dengan tarif 23,8 persen, sementara tarif PE eksisting sebesar 12,5 persen,

ujarnya.
#BPDP Sawit #Ekspor Sawit #Kelapa Sawit #Biodiesel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan
Keberhasilan program B50 menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperbesar nilai tambah industri kelapa sawit.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Presiden Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan
Indonesia
DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot
Pengurangan emisi di knalpot tidak boleh dibayar dengan pembukaan hutan, rusaknya gambut, dan hilangnya ruang hidup masyarakat adat maupun petani kecil.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
DPR Ingatkan Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan secara Komprehensif, jangan Diukur dari Emisi di Knalpot
Indonesia
Koperasi Bakal Dilibatkan Dalam Rantai Bisnis Sawit, Bukan Hanya Kelola Kebun
Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO berbasis koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Koperasi Bakal Dilibatkan Dalam Rantai Bisnis Sawit, Bukan Hanya Kelola Kebun
Indonesia
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Kesiapan KAI sejalan dengan mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Indonesia
B50 Siap Diluncurkan Presiden, 29 Terminal BBM Pertamina Segera Distribusi
Bahan bakar biodiesel B50 segera diluncurkan pada bulan Juli 2026. Jika B50 telah berlaku, Presiden yakin ada banyak penghematan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
B50 Siap Diluncurkan Presiden, 29 Terminal BBM Pertamina Segera Distribusi
Indonesia
Bahlil Resmi Berlakukan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026, Ini Aturan dan Sanksinya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi memberlakukan kebijakan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Simak isi aturan, kewajiban badan usaha, sanksi, serta masa transisi dari B40.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
Bahlil Resmi Berlakukan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026, Ini Aturan dan Sanksinya
Indonesia
BBM B50 Diklaim Kuatkan Nilai Tambah Komoditas Sawit dan Hemat Impor BBM Ratusan Triliun
Data Kementerian ESDM, implementasi program biodiesel selama 2015 - 2025 berhasil menghemat devisa Rp 722,9 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
BBM B50 Diklaim Kuatkan Nilai Tambah Komoditas Sawit dan Hemat Impor BBM Ratusan Triliun
Indonesia
Mentan Lapor ke Presiden Prabowo Harga Sawit Petani sudah Kembali Normal
Pemerintah sangat memperhatikan perkembangan harga TBS di tingkat petani karena tidak ingin petani sawit merugi ketika harga CPO dunia meningkat.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mentan Lapor ke Presiden Prabowo Harga Sawit Petani sudah Kembali Normal
Berita
Harga TBS Jatuh, Satgas Pangan Polri Lakukan Penyelidikan ke 173 Pabrik Kelapa Sawit
Sampai saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mencari dan menemukan apakah terdapat peristiwa pidana yang terjadi atau tidak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Harga TBS Jatuh, Satgas Pangan Polri Lakukan Penyelidikan ke 173 Pabrik Kelapa Sawit
Indonesia
STDB Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Petani Sawit Swadaya
STDB yang mencakup informasi geospasial, bisa juga digunakan sebagai data untuk dukungan bantuan yang diberikan pada petani sawit swadaya yang lebih tepat sasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
STDB Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Petani Sawit Swadaya
Bagikan