Merahputih.com - Angkatan Luar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran resmi mengumumkan blokade total Selat Hormuz hingga batas waktu belum ditentukan. Hal ini muncul setelah insiden penghentian paksa sebuah kapal niaga lewat terjangan tembakan peringatan oleh armada militer Teheran.
Kantor berita resmi IRNA merilis pernyataan resmi IRGC mengenai kronologi penindakan tegas di wilayah perairan penting tersebut.
Baca juga:
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan di Pemakaman Imam Reza di Mashhad
IRGC menuduh sejumlah kapal asing sengaja melintasi zona terlarang serta mengabaikan instruksi navigasi internasional. Penutupan jalur maritim paling vital dunia ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dan mengacaukan rantai pasok global.
Tidak ada kapal akan diizinkan melintas,
Tulis pernyataan tertulis IRGC.
Kronologi Pelanggaran Pelayaran dan Respons Militer IRGC
Blokade Selat Hormuz menjadi puncak kekesalan Teheran terhadap aktivitas pelayaran luar negeri lintas teritorial maritim mereka.
Otoritas keamanan Iran mengklaim tindakan represif terpaksa bergulir demi menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman intelijen asing.

Insiden pelayaran serta situasi keamanan terkini di Selat Hormuz:
-
Penyebab Utama Penindakan: Satu kapal niaga sengaja mematikan sistem operasi navigasi sehingga membahayakan keselamatan pelayaran jalur internasional.
-
Tindakan Taktis Militer: Armada laut IRGC melepaskan tembakan peringatan terukur sebelum akhirnya berhasil menghentikan pergerakan kapal pelanggar aturan.
-
Syarat Pembukaan Jalur: Blokade Selat Hormuz tetap berlaku sampai intervensi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah berakhir sepenuhnya.
-
Target Balasan Lanjutan: Komando militer Iran mengancam akan menghancurkan seluruh pangkalan militer musuh jika muncul serangan baru ke teritorial Teheran.
-
Pihak Bertanggung Jawab: Teheran menuding Amerika Serikat, Israel, beserta negara penyedia pangkalan militer Pentagon wajib memikul segala konsekuensi eskalasi.
Kegagalan Nota Kesepahaman Damai Washington-Teheran
Konflik terbuka ini sekaligus menghancurkan upaya diplomasi pencegahan perang sempat disepakati beberapa bulan lalu.
Padahal, Teheran dan Washington baru saja menandatangani nota kesepahaman mediasi Pakistan pada Juni guna menghentikan perang akhir Februari.
Perjanjian tersebut sejatinya memuat kesepakatan krusial berupa penghentian pertempuran semua front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat, serta pembukaan akses Selat Hormuz.
Baca juga:
Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Namun, implementasi perdamaian runtuh seketika akibat gesekan baru lalu lintas niaga sepanjang pekan ini. Jet tempur Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah sasaran strategis dalam wilayah Iran.
Pemerintah Teheran langsung membalas lewat gempuran rudal ke berbagai aset militer Washington di kawasan Timur Tengah. Publik internasional kini mengkhawatirkan dampak ekonomi makro akibat penutupan jalur distribusi logistik laut bernilai ribuan triliun rupiah tersebut.