Amerika Serang Iran, Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Nyaris Terhenti Lagi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Amerika Serang Iran, Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Nyaris Terhenti Lagi

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pada Rabu dini hari (8/7), pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.

Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran di hari kedua, Kamis, dengan gencatan senjata yang rapuh di antara keduanya tampak semakin goyah.

Hal itu menurut laporan Bloomberg, Kamis, yang mengutip data pelacakan kapal. Berdasarkan data tersebut, pergerakan kapal yang masih terlihat di Selat Hormuz sebagian besar berada di jalur yang disetujui Iran di sisi utara. Sementara itu, jalur yang didukung Amerika Serikat di sepanjang pesisir Oman hampir tidak menunjukkan aktivitas pelayaran.

Baca juga:

Iran Tembakan Dua Rudal ke Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz

Hanya sebuah kapal kontainer berbendera Iran serta sebuah kapal tanker raksasa terlihat berlayar dari kawasan Teluk, yang dikenai sanksi Amerika Serikat. Kendati demikian, sebagian kapal kemungkinan berlayar dengan transponder dimatikan sehingga tidak terdeteksi.

Sedangkan pada Rabu (8/7), hanya ada 14 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz pada dua arah. Jumlah tersebut menjadi yang terendah sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni lalu, tambah laporan Bloomberg.

Menurut data Kpler, rata-rata kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga pekan setelah kesepakatan mencapai 34 kapal per hari, dengan puncaknya sebanyak 59 kapal tanker pada 24 Juni.

Jika dibandingkan dengan periode konflik terbuka, maka jumlah kapal yang melintas biasanya kurang dari 20 kapal per hari.

Indikasi gangguan elektronik juga terdeteksi di Teluk Oman dengan beberapa kapal di lepas pantai Oman terdeteksi bergerak dengan kecepatan sedikitnya 30 knot.

Hal tersebut diduga menjadi tanda bahwa sejumlah negara mengaktifkan sistem pertahanan untuk menangkal serangan drone terhadap infrastruktur. Aktivasi sistem tersebut berpotensi mengganggu sinyal transponder kapal.

#Selat Hormuz #Iran #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Bagikan