Pentingnya Perubahan Keamanan untuk Jaringan IoT Perusahaan

Kamis, 28 Oktober 2021 - Andreas Pranatalta

PALO Alto Networks, pemimpin keamanan siber global mengumumkan hasil survei internet of things (IoT) yang menyoroti peningkatan perangkat non-bisnis ke jaringan perusahaan satu tahun terakhir. Jaringan ini bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk masuk ke dalam jaringan korporat guna serangan ransomware.

Hal ini disampaikan 80 persen responden dari Asia Pasifik yang memiliki perangkat IoT dan terhubung ke jaringan organisasi mereka. Perangkat non-bisnis ini bervariasi mulai dari bohlam lampu, alat monitor detak jantung, peralatan gym, mesin kopi, konsol game, sampai ke pengumpan hewan peliharaan.

Hasil survei ini juga memperingatkan diperlukannya perubahan keamanan untuk melindungi jaringan perusahaan yang terhubung pada perangkat IoT non-bisnis. 98 persen responden dari kelompok yang sama juga menunjukan bahwa pendekatan organisasi mereka terhadap keamanan IoT memerlukan peningkatan. 30 persen menyatakan perlunya perbaikan total dengan kemampuan keamanan terbaik di seputar threat protections, penilaian risiko, konteks perangkat IoT, serta visibilitas dan inventaris perangkat.

Baca juga:

Beratnya Ancaman Ransomware

Pentingnya Perubahan Keamanan untuk Jaringan IoT Perusahaan
Lampu menjadi salah satu perangkat non-bisnis. (Foto: Unsplash/David van Dijk)


"Adopsi IoT telah menjadi penggerak bisnis yang penting. Hal ini menghadirkan tantangan keamanan baru yang dapat dipenuhi jika karyawan dan pengusaha berbagi tanggung jawab bersama untuk melindungi jaringan perusahaan," kata Principal Researcher Unit 42 di Palo Alto Networks, Vicky Ray.

Pekerja jarak jauh, lanjut Vicky, juga perlu mengetahui perangkat rumah pribadi yang mungkin terhubung ke jaringan perusahaan melalui router rumah mereka.

Baca juga:

Keamanan Jaringan Mudahkan Para Pekerja Hybrid

Pentingnya Perubahan Keamanan untuk Jaringan IoT Perusahaan
Perusahaan perlu memantau berbagai ancaman dan akses ke jaringan. (Foto: Unsplash/Javier Quesada)

"Perusahaan perlu memantau berbagai ancaman dan akses ke jaringan dengan lebih baik, sambil mempraktikkan segmentasi jaringan yang tepat untuk melindungi karyawan jarak jauh dan aset-aset organisasi yang paling berharga," ujarnya.

Dari semua pengambilan keputusan TI di Asia Pasifik yang disurvei Palo Alto Networks, lebih dari setengahnya menunjukkan bahwa perangkat IoT tersegmentasi pada jaringan yang terpisah. Jaringan ini membedakan antara jaringan yang digunakan untuk keperluan bisnis secara primer dan aplikasi bisnis seperti sistem HR, server email, sistem finansial, dan sebagainya.

Sedangkan 28 persen responden mengatakan bahwa perangkat IoT tersegmentasi secara mikro dalam zona keamanan yang berbeda. (and)

Baca juga:

15 Langkah untuk Lindungi Organisasi dari Ransomware

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan