Pentingnya Perubahan Keamanan untuk Jaringan IoT Perusahaan
Diperlukannya perubahan keamanan untuk melindungi jaringan perusahaan. (Fot: Unsplash/Robin Glauser)
PALO Alto Networks, pemimpin keamanan siber global mengumumkan hasil survei internet of things (IoT) yang menyoroti peningkatan perangkat non-bisnis ke jaringan perusahaan satu tahun terakhir. Jaringan ini bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk masuk ke dalam jaringan korporat guna serangan ransomware.
Hal ini disampaikan 80 persen responden dari Asia Pasifik yang memiliki perangkat IoT dan terhubung ke jaringan organisasi mereka. Perangkat non-bisnis ini bervariasi mulai dari bohlam lampu, alat monitor detak jantung, peralatan gym, mesin kopi, konsol game, sampai ke pengumpan hewan peliharaan.
Hasil survei ini juga memperingatkan diperlukannya perubahan keamanan untuk melindungi jaringan perusahaan yang terhubung pada perangkat IoT non-bisnis. 98 persen responden dari kelompok yang sama juga menunjukan bahwa pendekatan organisasi mereka terhadap keamanan IoT memerlukan peningkatan. 30 persen menyatakan perlunya perbaikan total dengan kemampuan keamanan terbaik di seputar threat protections, penilaian risiko, konteks perangkat IoT, serta visibilitas dan inventaris perangkat.
Baca juga:
"Adopsi IoT telah menjadi penggerak bisnis yang penting. Hal ini menghadirkan tantangan keamanan baru yang dapat dipenuhi jika karyawan dan pengusaha berbagi tanggung jawab bersama untuk melindungi jaringan perusahaan," kata Principal Researcher Unit 42 di Palo Alto Networks, Vicky Ray.
Pekerja jarak jauh, lanjut Vicky, juga perlu mengetahui perangkat rumah pribadi yang mungkin terhubung ke jaringan perusahaan melalui router rumah mereka.
Baca juga:
"Perusahaan perlu memantau berbagai ancaman dan akses ke jaringan dengan lebih baik, sambil mempraktikkan segmentasi jaringan yang tepat untuk melindungi karyawan jarak jauh dan aset-aset organisasi yang paling berharga," ujarnya.
Dari semua pengambilan keputusan TI di Asia Pasifik yang disurvei Palo Alto Networks, lebih dari setengahnya menunjukkan bahwa perangkat IoT tersegmentasi pada jaringan yang terpisah. Jaringan ini membedakan antara jaringan yang digunakan untuk keperluan bisnis secara primer dan aplikasi bisnis seperti sistem HR, server email, sistem finansial, dan sebagainya.
Sedangkan 28 persen responden mengatakan bahwa perangkat IoT tersegmentasi secara mikro dalam zona keamanan yang berbeda. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Redmi Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses Bakal Hadir di Indonesia Bersamaan dengan Peluncuran Redmi Note 15 Series
Tutorial Mudah Bikin Tren Photomontage Feed Sosmed Ala 'Zootopia 2' Pakai OPPO Reno 15 Series
OPPO Reno 15 Series Usung Desain 'Dancing Aurora', Terinspirasi dari Fenomena Alam Langka
OPPO Reno 15 Perkenalkan Fitur AI Flash Photography 2.0, Selfie Minim Cahaya Jadi Lebih Maksimal!
POCO X8 Pro Max Muncul di Sertifikasi BIS, Sudah Siap Meluncur Global?
Vivo X300 Ultra Siap Masuk Indonesia, Sudah Kantongi Sertifikasi TKDN!
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar
Apple Makin Dekat Rilis iPhone Lipat, Dikabarkan Meluncur September 2026
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya