Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengamat Sebut Megawati dan SBY Bakal Istirahat dari Panggung Politik, Benar Gak Ya?

Noer Ardiansjah - Jumat, 18 Agustus 2017

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri disebut ingin rehat dari dunia politik tanah air dan meneruskan tampuk kepemimpinan ke generasi selanjutnya.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin, hal tersebut tercermin dari sikap keduanya yang kemudian bertemu, karena ingin dikenang sebagai senior yang memberikan teladan yang baik kepada penerusnya.

"Enggak mungkin pak SBY jadi ketua umum terus. Mega juga enggak mungkin seumur hidup jadi Ketum PDIP. Apalagi, usianya sudah kepala enam (60 tahun ke atas,)," kata Uhang saat dihubungi Merahputih.com di Jakarta, Jumat (18/8).

SBY dan Megawati diketahui terlibat 'perang dingin' sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 silam. Disinyalir, hubungan yang tak harmonis tersebut dipicu ketidakjujuran eks Menko Polkam itu untuk maju pada 'pesta demokrasi' 2004.

Menyusul terpilihnya SBY sebagai Presiden periode 2004-2009 dan 2009-2014, Megawati jarang menghadiri acara kenegaraan yang diadakan Istana. Padahal, sebagai mantan RI-1, kerap diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Perseteruan dua tokoh nasional ini pun tercermin dari peta politik sejak 2004 sampai sekarang, di mana Demokrat tidak pernah berkoalisi dengan PDIP. Bahkan, saling mengkritik.

Akhirnya, mereka berdua bertemu kembali pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Istana, Kamis (17/8). Malah, SBY menyempatkan diri untuk bersalaman dengan Megawati dan direspons positif.

"(Berjumpanya Megawati-SBY) sesuatu yang menggembirakan karena 'permusuhan' kedua tokoh ini sudah lama terjadi dan bukan rahasia umum. Tapi, Agustus 2017 ini membawa berkah," kata dia.

Ujang menilai, pertemuan Megawati dan SBY berimplikasi positif terhadap Indonesia. Pasalnya, kedua tokoh nasional tersebut dapat mencari solusi bersama untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

"Karena kalau nanti mereka bertikai lagi masyarakat sudah sangat jenuh. Masyarakat sedang sulit kok elitnya berkonflik terus," tandas Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia itu. (Pon)

Baca berita terkait Mega dan SBY lainnya di: Panglima TNI Puji Pertemuan SBY-Mega

Baca Artikel Asli