Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Penambang Israel Temukan Situs Purbakala dari Zaman Alkitab

Fadhli - Sabtu, 29 November 2014
>MerahPutih Internasional- Para pengrajin logam yang sedang melakukan penggalian di Israel diberi penghargaan berkat penemuan mereka berupa makan dari zaman Alkitab. Dalam penggalian itu ditemukan juga potongan domba, kambing, kacang-kacangan, anggur, dan ikan yang diperkirakan dibawa ke tengah gurun dari Mediterania. Hal itu disimpulkan berdasarkan analisa temuan sisa peninggalan kuno di "Bukit Budak," sebuah kamp pertambangan di Israel, Lembah Timna.

>Para arkeolog mengatakan, temuan ini menyiratkan bahwa teori mengenai "Bukit Budak" mungkin keliru. orang-orang yang selama ini diperkirakan adalah sekelompok budak mungkin sebenarnya bukan budak, melainkan orang-orang yang memiliki status lebih tinggi. Hal ini dapat terlihat dari temuan kerajinan yang mereka bawa.

>Sejak 2012, Ben Erez Yosef, arkeolog dari Universitas Tel Aviv, telah memimpin sebuah ekspedisi arkeologi di jantung lembah Timna, sumber tembaga terbesar kedua di wilayah Levant selatan, Yordania. Ada puluhan peleburan situs dan ribuan lubang tambang primitif terlihat jelas di wilayah tersebut saat ini. Hingga saat ini, daerah tersebut masih digunakan untuk produksi tembaga. Raksasa pertambangan Meksiko AHMSA memiliki saham di wilayah tersebut.

>Baru-baru ini, tim Lembah Timna mengunjungi sebuah celah di Slaves 'Hill, yaitu sebuah pabrik peleburan yang beroperasi selama abad ke-10 SM, era Alkitab Raja Salomo. Pada situs ini, terdapat tungku peleburan besi kuno dan banyak ampas arang besi, merupakan material batuan yang tersisa setelah logam diekstraksi dari bijih.

>Ketika arkeolog Alkitab yang terkenal Nelson Glueck menjelajahi daerah di tahun 1930-an, ia menamai puncak bukit itu dengan nama “Bukit Budak”, dengan asumsi bahwa dinding benteng dibuat untuk menjaga buruh yang lari ke padang gurun.

>"Ketika ia melihat lingkungan yang sangat keras ini, ia menganggap bahwa tenaga kerja harus menjadi budak," kata Ben Yosef, dalam Live Science.

>Namun temuan di Lembah Timna ini melukiskan gambaran yang berbeda. Ben Yosef dan rekan menemukan banyak tulang domba dan kambing. Ini mendukung gagasan bahwa kamp pertambangan ini mengandalkan ternak untuk makanan. Terlihat dari adanya tulang sisa hewan di dekat tungku peleburan. Selain itu arkeolog juga menemukan sisa hewan laut yang telah dikonsumsi dan buah-buahan, dimana untuk menemukan makanan tersebut mereka harus berjalan puluhan mil ke arah laut

>"Apa yang kami temukan adalah bahwa pekerja pengguna tungku, diduga bekerja sangat keras dengan suhu yang sangat tinggi di atas 2.200 derajat Fahrenheit, orang-orang ini melakukan yang terbaik," kata Ben Yosef.

>“Pengrajin logam harus bisa melakukan banyak hal. Mereka menguasai hampir 40 variabel yang berbeda, mulai dari pengaturan suhu sampai dengan pengaturan jumlah udara yang menuju ke arang di tungku,” kata Ben-Yosef.

>"Jika mereka melakukan sedikit kesalah, seluruh proses akan gagal," kata Ben Yosef. "Di sisi lain, jika mereka berhasil, mereka adalah orang-orang yang tahu bagaimana membuat logam dari batu."

Baca Artikel Asli