Merahputih.com - Pekerja menggoreng kripik tempe di rumah usaha Keripik Tempe Mama Tina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2026).
Usaha rumahan yang dirintis sejak 1983 itu memproduksi keripik tempe dengan berbagai varian rasa, mulai dari original bawang putih, balado, barbeque, hingga sapi panggang, dengan harga berkisar Rp10 ribu sampai Rp300 ribu.
Berawal dari gang kecil di Jalan Haji Aom, Keramat Pela, Kebayoran Baru, keripik tempe produksi warga kini menembus pasar internasional. Selain memenuhi permintaan domestik, usaha tersebut berkembang dengan melibatkan sedikitnya 37 rumah warga di kawasan Sentra Pengrajin Tempe Keramat Pela. Produk keripik tempe Mama Tina bahkan telah dipasarkan ke Malaysia, Thailand, Arab Saudi, hingga Dubai.
Tina, pelopor usaha keripik tempe tersebut, mengaku ide pengembangan produk bermula dari kunjungannya ke Magelang. Sepulang dari sana, ia mulai mengolah tempe menjadi keripik bersama para pengrajin tempe di Keramat Pela. Seiring waktu, usaha rumahan itu tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi warga setempat.
Hingga kini, aktivitas produksi di Kampung Tempe Keramat Pela terus berjalan setiap hari. Kompor-kompor para pengrajin tetap menyala, sementara para perantau asal Pekalongan yang bekerja di sentra produksi itu terus mempertahankan tradisi pembuatan tempe sekaligus memenuhi permintaan pasar dalam dan luar negeri. (Foto: MP/Didik Setiawan).