MerahPutih.com - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II 2026.
Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program, mulai dari insentif transportasi, penguatan ketenagakerjaan melalui program magang dan vokasi, hingga bantuan pangan bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Selasa (23/6), seluruh program telah dibahas lintas kementerian dan mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Insentif Transportasi dan Keringanan Pajak
Dari total stimulus yang disiapkan, pemerintah mengalokasikan Rp 2,04 triliun untuk berbagai insentif dan stimulus transportasi.
Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah pemberlakuan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional.
Selain itu, pemerintah memberikan diskon transportasi selama periode liburan sekolah.
Program tersebut mencakup potongan tarif kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026, diskon 30 persen tarif dasar kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada periode 20 Juni–15 Agustus 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni–5 Juli 2026.
“Alokasi anggaran untuk diskon transportasi sebesar Rp 190,5 miliar dengan target sekitar tiga juta penumpang,” Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Pemerintah juga memberikan subsidi penuh Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama musim liburan sekolah.
“Program ini menyiapkan anggaran Rp 472,7 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang,” jelas Airlangga.
Tak hanya itu, pemerintah kembali menyiapkan diskon transportasi untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Program tersebut memiliki anggaran Rp 161,4 miliar dan ditargetkan menjangkau sekitar 2,8 juta penumpang.
Baca juga:
Stimulus Transportasi Bakal Diluncurkan Saat Libur Panjang Sekolah pada Juni-Juli 2026
Industri Petrokimia dan Penerbangan Dapat Insentif
Pemerintah juga memberikan stimulus bagi sektor industri melalui pembebasan bea masuk impor LPG untuk industri petrokimia dan bahan baku plastik.
Selain itu, pemerintah menurunkan bea masuk suku cadang pesawat guna mendukung sektor penerbangan nasional.
Program ini diperkirakan memberikan manfaat ekonomi hingga Rp 2,25 triliun dengan alokasi anggaran sekitar Rp 500 miliar.
Program Magang dan Vokasi Serap Ratusan Ribu Peserta
Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 6,26 triliun untuk program magang dan vokasi.
Program magang nasional akan dimulai pada Juli 2026 dengan anggaran Rp 4,14 triliun dan target 150 ribu peserta.
Sementara itu, program vokasi memperoleh anggaran Rp 2,12 triliun untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
Sasarannya mencakup 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga:
Prabowo Tegaskan MBG Kucurkan Stimulus Ekonomi Akar Rumput Secara Masif, Bukan Sekadar Kenyang
Bantuan Pangan Dapat Porsi Terbesar
Porsi terbesar dalam paket stimulus berasal dari bantuan pangan dengan total anggaran Rp 18,04 triliun.
Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada 32,24 juta penerima manfaat selama tiga bulan mulai Juli 2026.
Program bantuan beras tersebut menelan anggaran sekitar Rp 17,54 triliun.
Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai bagi perajin tahu dan tempe.
Bantuan diberikan dalam bentuk subsidi maksimal Rp 2.000 per kilogram untuk kuota 250 ribu ton kedelai.
“Pada tahap pertama ini untuk daerah yang harga kedelainya berada di atas harga acuan pembelian dengan anggaran sebesar Rp 500 miliar,” Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
(Knu)