MerahPutih.com - Pemerintah masih belum menetapkan harga vaksin mandiri atau gotong royong COVID-19 karena Bio Farma belum menemukan produsen yang sesuai.
"Jadi vaksin gotong royong atau mandiri akan dilakukan oleh BUMN Bio Farma. Dan mereka yang menentukan produsen mana yang digunakan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin di sela melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Bumi Sholawat di Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (27/2).
Baca Juga:
Vaksinasi Mandiri Tidak Tambah Beban Anggaran Negara
Ia mengatakan, harga vaksin mandiri atau gotong royong ini baru akan ditetapkan setelah adanya pertemuan antara pihak Bio Farma dengan produsen vaksin.
"Sehingga pemerintah belum bisa menentukan harga batas atas dan bawah dari vaksin tersebut," katanya.
Menurutnya, jika kedua belah pihak telah sepakat dengan harga yang diajukan maka pemerintah akan menetapkan besaran harga batas atas dan bawah vaksin mandiri atau gotong royong tersebut.
"Kalau sudah diajukan kami akan melihat dan menentukan harganya berapa," ujarnya dikutip Antara.
Sebanyak 1.616.165 orang di Indonesia telah divaksinasi COVID-19 atau bertambah 32.584 penduduk dari hari sebelumnya. Vaksinasi ini, sebagai upaya membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus SARS-CoV-2.
Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 Sabtu (27/2), sebanyak 982.370 orang dari total 1.461.920 orang telah melakukan vaksinasi dosis kedua, jumlah ini bertambah 116.500 orang dibandingkan pada hari sebelumnya. (*)
Baca Juga:
Vaksinasi Pedagang Tradisional Solo, Gibran: Semoga Pasarnya Tambah Ramai