MerahPutih.com - Peluang Jaksa Agung HM Prasetyo kian tipis meneruskan jabatannya di periode kedua kepimpimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah santer beredar jabatan setingkat menteri itu takkan diisu orang dari kalangan partai politik. Prasetyo diketahui merupakan politikus Partai NasDem besutan Surya Paloh.
Praktisi hukum Petrus Salestinus memprediksi HM Prasetyo bakal dicopot karena dinilainya memiliki kinerja yang kurang baik seperti adanya operasi tangkap tangan terhadap beberapa jaksa belakangan ini. Menurut dia, Jaksa Agung baru nanti lebih ideal berasal dari internal Kejaksaan Agung (Kejagung).
Baca Juga:
Jokowi Pilih Jaksa Agung Dari Non-Parpol, Surya Paloh: Terserah Presiden
Sosok Jaksa Agung, kata Petrus, bukan hanya mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di bidang penuntutan akan tetapi juga Ia harus seorang "negarawan" yang benar-benar paham akan cita-cita publik di bidang penegakan hukum dan keadilan.
"Sebagai lembaga yang menjalankan kekuasaan negara di bidang penegakan hukum, maka Jaksa Agung haruslah berasal dari seorang Jaksa karier, berwatak negarawan dan berwawasan kebangsan, karena Ia akan menjadi partner Presiden dalam melaksanakan kekuasaan negara menurut UUD 45," kata Petrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (23/8).
Baca Juga:
Menurut Petrus, masalah utama untuk mendapatkan seorang Jaksa Agung terbaik dari internal ?ejaksaan adalah sulitnya mendapatkan sosok Jaksa terbaik yang memenuhi kriteria negarawan yang sesuai dengan harapan publik. Tidaklah mudah menemukan Jaksa yang hebat, meskipun semua jaksa memiliki kualifikasi akademik dan syarat formil lainnya untuk menjadi Jaksa Agung.
"Rata-rata mereka kandas di syarat rekam jejak dan integritas moral ketika syarat rekam jejak dan integritas moral menjadi pertimbangan utama," tutur Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.
Namun, Petrus mengakui mencari Jaksa Agung dari jaksa karier yang saat ini masih menjabat atau pensiunan tidaklah mudah, alias gampang-gampang susah. Apalagi, kata dia, banyak jaksa-jaksa yang berani dan berintegritas malah sekarang disingkirkan oleh petinggi Kejaksaan Agung.
"Karena ada beberapa Jaksa yang rekam jejaknya bagus dan memiliki keberanian termasuk berani berbeda pendapat dengan Jaksa Agungnya sendiri, tetapi justru Jaksa-Jaksa yang berani seperti itu sering dimatikan karirnya oleh Jaksa Agung. Ia dijadikan sebagai staf ahli tanpa diberi tugas atau mengemban tugas sebagai Jaksa fungsional hingga pensiun," sesal politikus yang juga berprofesi sebagai advokat itu. (Knu)
Baca Juga: Reshuffle Jilid II, Jokowi Bakal Pecat HM Prasetyo?