Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI

Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 37 menit lalu

MerahPutih.com- Pengenalan Kecerdasan Buatan (AI) secara luas mendapat sorotan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Ia menilai, pengenalan AI merupakan sebuah eksperimen terhadap masyarakat modern yang dilakukan tanpa rencana dan tanpa persetujuan masyarakat

"Sebuah eksperimen sedang dijalankan pada masyarakat kita sendiri tanpa rencana, dan tanpa persetujuan. Itu tidak berkelanjutan. Dan tidak dapat diterima," kata Sekjen saat konferensi pers yang membahas tentang AI.

Ia mengakui, teknologi tersebut telah mengubah dunia. Namun, mempertanyakan apakah umat manusia akan membuat transformasi ini, atau justru membiarkan AI yang melakukannya.

Baca juga:

ADVAN Workplus AI, Laptop Performa Gaming yang Siap Dukung Produktivitas Berbasis Kecerdasan Buatan

Guterres menyerukan agar diberlakukan sejumlah pembatasan pada pekerjaan AI demi mendapatkan kembali kontrol atas pengembangannya.

"Pembatasan ini harus diterima baik oleh pemerintah maupun para perusahaan pengembang," katanya.

Sementara UNICEF menyatakan bahwa sepertiga anak-anak di 10 negara yang disurvei melaporkan kekhawatiran tentang penggunaan AI untuk menipu dan memperdaya orang lain atau menyebarkan informasi yang salah, sementara seperempatnya takut gambar atau video mereka dimanipulasi menjadi deepfake yang eksplisit secara seksual.

"Terlalu banyak sistem yang menjangkau anak-anak tanpa pengamanan - keselamatan, tampaknya, menjadi pertimbangan sekunder," kata lembaga tersebut.

UNICEF menyerukan kepada seluruh pemerintah, sektor swasta, dan mitra untuk menanamkan hak-hak anak dalam tata kelola AI global.

Hal itu termasuk berinvestasi dalam penelitian tentang risiko AI terhadap anak-anak, memperkuat undang-undang menentang eksploitasi seksual yang didukung AI, memastikan desain AI yang aman dan transparan, membangun literasi AI, dan menutup kesenjangan digital.

"Ini adalah momen yang menentukan. Pilihan yang dibuat tentang AI sekarang akan membentuk keselamatan, privasi, kesejahteraan anak-anak, dan akses setara mereka terhadap peluang selama beberapa dekade mendatang," tegas UNICEF.

Baca Artikel Asli