PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI

Ilustrasi Artificial Intelligence. (Foto: Unsplash/Markus Winkler)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Pengenalan Kecerdasan Buatan (AI) secara luas mendapat sorotan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Ia menilai, pengenalan AI merupakan sebuah eksperimen terhadap masyarakat modern yang dilakukan tanpa rencana dan tanpa persetujuan masyarakat

"Sebuah eksperimen sedang dijalankan pada masyarakat kita sendiri tanpa rencana, dan tanpa persetujuan. Itu tidak berkelanjutan. Dan tidak dapat diterima," kata Sekjen saat konferensi pers yang membahas tentang AI.

Ia mengakui, teknologi tersebut telah mengubah dunia. Namun, mempertanyakan apakah umat manusia akan membuat transformasi ini, atau justru membiarkan AI yang melakukannya.

Baca juga:

ADVAN Workplus AI, Laptop Performa Gaming yang Siap Dukung Produktivitas Berbasis Kecerdasan Buatan

Guterres menyerukan agar diberlakukan sejumlah pembatasan pada pekerjaan AI demi mendapatkan kembali kontrol atas pengembangannya.

"Pembatasan ini harus diterima baik oleh pemerintah maupun para perusahaan pengembang," katanya.

Sementara UNICEF menyatakan bahwa sepertiga anak-anak di 10 negara yang disurvei melaporkan kekhawatiran tentang penggunaan AI untuk menipu dan memperdaya orang lain atau menyebarkan informasi yang salah, sementara seperempatnya takut gambar atau video mereka dimanipulasi menjadi deepfake yang eksplisit secara seksual.

"Terlalu banyak sistem yang menjangkau anak-anak tanpa pengamanan - keselamatan, tampaknya, menjadi pertimbangan sekunder," kata lembaga tersebut.

UNICEF menyerukan kepada seluruh pemerintah, sektor swasta, dan mitra untuk menanamkan hak-hak anak dalam tata kelola AI global.

Hal itu termasuk berinvestasi dalam penelitian tentang risiko AI terhadap anak-anak, memperkuat undang-undang menentang eksploitasi seksual yang didukung AI, memastikan desain AI yang aman dan transparan, membangun literasi AI, dan menutup kesenjangan digital.

"Ini adalah momen yang menentukan. Pilihan yang dibuat tentang AI sekarang akan membentuk keselamatan, privasi, kesejahteraan anak-anak, dan akses setara mereka terhadap peluang selama beberapa dekade mendatang," tegas UNICEF.

#Kecerdasan Buatan #Artificial Intelligence #UNICEF
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Pemerintah perlu memastikan perkembangan AI tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kreativitas manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Indonesia
Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Indonesia relatif lebih sedikit terpapar terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
 Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
ShowBiz
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
POCO F9 Series dibekali AI Recorder dan AI Transcription yang dapat mengubah percakapan menjadi teks. Simak juga deretan fitur AI lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
Tekno
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Canva mencatat, 98 persen profesional Indonesia telah memanfaatkan AI dalam berbagai tahapan pembuatan presentasi.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Dunia
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Paus telah mengidentifikasi AI sebagai salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia hanya dalam kurun waktu beberapa hari setelah terpilih.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Berita
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna pada 22 September 2026. Keduanya membawa peningkatan efisiensi, pemrograman, alignment, dan biaya API.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Dunia
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Washington dan Beijing untuk bekerja sama membentuk kesepakatan internasional yang serupa dengan perjanjian non-proliferasi nuklir
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Tekno
OpenAI Hentikan GPT-5.5 di ChatGPT dan Codex, Pengguna Cuma Punya Waktu hingga 14 Oktober
OpenAI akan menghentikan GPT-5.5 dari ChatGPT dan Codex. Pengguna bisa melakukan migrasi sebelum 14 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
OpenAI Hentikan GPT-5.5 di ChatGPT dan Codex, Pengguna Cuma Punya Waktu hingga 14 Oktober
Bagikan