PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam, 14 menit lalu
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI

Ilustrasi Artificial Intelligence. (Foto: Unsplash/Markus Winkler)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Pengenalan Kecerdasan Buatan (AI) secara luas mendapat sorotan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Ia menilai, pengenalan AI merupakan sebuah eksperimen terhadap masyarakat modern yang dilakukan tanpa rencana dan tanpa persetujuan masyarakat

"Sebuah eksperimen sedang dijalankan pada masyarakat kita sendiri tanpa rencana, dan tanpa persetujuan. Itu tidak berkelanjutan. Dan tidak dapat diterima," kata Sekjen saat konferensi pers yang membahas tentang AI.

Ia mengakui, teknologi tersebut telah mengubah dunia. Namun, mempertanyakan apakah umat manusia akan membuat transformasi ini, atau justru membiarkan AI yang melakukannya.

Baca juga:

ADVAN Workplus AI, Laptop Performa Gaming yang Siap Dukung Produktivitas Berbasis Kecerdasan Buatan

Guterres menyerukan agar diberlakukan sejumlah pembatasan pada pekerjaan AI demi mendapatkan kembali kontrol atas pengembangannya.

"Pembatasan ini harus diterima baik oleh pemerintah maupun para perusahaan pengembang," katanya.

Sementara UNICEF menyatakan bahwa sepertiga anak-anak di 10 negara yang disurvei melaporkan kekhawatiran tentang penggunaan AI untuk menipu dan memperdaya orang lain atau menyebarkan informasi yang salah, sementara seperempatnya takut gambar atau video mereka dimanipulasi menjadi deepfake yang eksplisit secara seksual.

"Terlalu banyak sistem yang menjangkau anak-anak tanpa pengamanan - keselamatan, tampaknya, menjadi pertimbangan sekunder," kata lembaga tersebut.

UNICEF menyerukan kepada seluruh pemerintah, sektor swasta, dan mitra untuk menanamkan hak-hak anak dalam tata kelola AI global.

Hal itu termasuk berinvestasi dalam penelitian tentang risiko AI terhadap anak-anak, memperkuat undang-undang menentang eksploitasi seksual yang didukung AI, memastikan desain AI yang aman dan transparan, membangun literasi AI, dan menutup kesenjangan digital.

"Ini adalah momen yang menentukan. Pilihan yang dibuat tentang AI sekarang akan membentuk keselamatan, privasi, kesejahteraan anak-anak, dan akses setara mereka terhadap peluang selama beberapa dekade mendatang," tegas UNICEF.

#Kecerdasan Buatan #Artificial Intelligence #UNICEF
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Berita
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI
UNICEF menyerukan kepada seluruh pemerintah, sektor swasta, dan mitra untuk menanamkan hak-hak anak dalam tata kelola AI global.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 14 menit lalu
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI
Indonesia
AI Diusulkan Diatur Lewat Undang Undang
pemerintah saat ini masih memprioritaskan penyelesaian Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang drafnya telah diserahkan ke Sekretariat Negara untuk ditandatangani presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
AI Diusulkan Diatur Lewat Undang Undang
Fun
Studi AI Ungkap Spanyol Jadi 'Musuh' yang Paling Sering Disebut Lawan di Lagu Kebangsaan Piala Dunia 2026
Hasil studi AI mengungkapkan, bahwa Spanyol paling sering disebut dalam lirik lagu kebangsaan peserta Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Studi AI Ungkap Spanyol Jadi 'Musuh' yang Paling Sering Disebut Lawan di Lagu Kebangsaan Piala Dunia 2026
Indonesia
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Pemanfaatan AI dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi serta mendorong daya saing Indonesia serta menambah pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Lifestyle
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Pippit menawarkan cara mengubah gambar menjadi video yang menghibur. Platform ini menyediakan gerakan hingga efek grafis.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Berita
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Lukisan Denny JA jadi sorotan usai diberkati Paus Fransiskus di Galeri Nasional. Analisis AI memperkirakan nilainya hingga Rp 34 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Indonesia
Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Gunakan Kecerdasan Artifisial Layani Jemaah Haji
Fitur kecerdasan artifisial (AI) terintegrasi dalam rencana operasional tersebut, kata dia, sehingga menandai pergeseran kualitatif dalam pengembangan layanan agama di Arab Saudi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 April 2026
Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Gunakan Kecerdasan Artifisial Layani Jemaah Haji
Indonesia
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Indonesia
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
KAI percepat transformasi digital dengan 5G dan AI. Hadirkan internet cepat di kereta dan stasiun pintar untuk tingkatkan layanan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
Bagikan