MerahPutih.com - Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade juga berdampak terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Jumat (27/3) mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah gangguan pengiriman yang melintasi Selat Hormuz.
"Sekretaris Jenderal telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran," kata Dujarric dalam sebuah konferensi pers.
Baca juga:
Hak Veto AS Jegal Resolusi Gencatan Senjata Timteng dari Rusia di PBB, Akhirnya Pakai Usulan Bahrain
Guterres juga berbicara dengan Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, serta diperkirakan akan ada lebih banyak panggilan telepon lainnya.
Utusan Khusus Steve Witkoff pada Jumat (27/3) mengatakan bahwa AS akan menggelar pertemuan dengan Iran setidaknya "pekan ini".
Presiden Donald Trump dilaporkan menginginkan "kesepakatan damai" di tengah serangan AS-Israel yang masih berlangsung.
“Kami memperkirakan akan ada pertemuan pekan ini dan tentu berharap hal itu terwujud. Kapal-kapal mulai melintas, ini merupakan tanda positif, dan saya rasa presiden menginginkan kesepakatan damai,” kata Steve Witkoff dalam pernyataannya di sebuah forum investasi di Miami.
“Inilah yang saya maksud dengan negosiasi, dan kami tidak akan berhenti sampai proses ini tuntas. Kami juga telah mengajukan hal tersebut,” tambahnya.