Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'

Dwi Astarini - 2 jam, 3 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — PARTAI Demokrat merebut kendali Senat dan DPR AS dalam Pemilu Sela 2026 setelah mencetak kemenangan besar di berbagai basis kuat Partai Republik. Hasil ini menjadi bentuk penolakan tegas dari puluhan juta pemilih terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Pergeseran dukungan secara drastis ini dipicu kekecewaan mendalam publik atas perang dengan Iran yang tidak populer, kecemasan terhadap tingginya biaya hidup, serta kebijakan tarif Trump. Isu ekonomi dan biaya hidupterbukti menjadi perhatian utama pemilih ketimbang isu-isu perang budaya yang diusung Republik.

Kemenangan Demokrat mencetak sejarah di sejumlah wilayah. Di Kansas, Demokrat memenangi kursi Senat untuk pertama kalinya sejak era Great Depression. Di South Carolina, kandidat Senat pilihan Trump dikalahkan. Sementara itu, di Texas, Demokrat mengakhiri kekalahan beruntun selama puluhan tahun dengan merebut kursi Senat dan menggeser Gubernur Greg Abbott. Kemenangan juga diraih di Michigan melalui Abdul El-Sayed, yang menjadi muslim pertama yang terpilih masuk ke Senat AS.

Gelombang kemenangan Demokrat meluas di berbagai kawasan, mulai dari wilayah kaya hingga miskin, serta daerah dengan populasi warga Latin yang signifikan. Demokrat memenangi seluruh 20 kursi DPR yang paling diperebutkan dan berhasil mempertahankan sebagian besar kursi yang coba diubah batas wilayahnya oleh Republik.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Ngegas di Menit Akhir! Efek Pemilu AS Bikin Pasar Saham Bergairah


Meskipun Trump tidak dapat mencalonkan diri kembali pada 2028 sesuai batas konstitusi, hasil pemilu ini mempercepat statusnya sebagai ‘lame-duck’ (pemimpin tanpa pengaruh kuat). Trump sendiri menerima hasil pemilu tersebut dan menyatakan siap bekerja sama dengan Demokrat terkait dengan isu imigrasi, meski mengancam akan memveto rancangan undang-undang yang dinilainya tidak masuk akal.

Hasil ini mengakhiri dominasi penuh Republik dan membuka era baru pemerintahan yang terbagi di Washington. Mulai Januari mendatang, Demokrat dipastikan menggunakan kewenangan mereka untuk mengawasi dan menyelidiki pemerintahan, keluarga, serta sekutu Trump. Senat yang dikuasai Demokrat juga memiliki wewenang untuk memblokir nominasi pejabat tinggi pilihan Trump, termasuk calon hakim Mahkamah Agung AS jika terjadi kekosongan posisi.(dwi)

Baca juga:

IHSG Hari Ini Ngegas di Menit Akhir! Efek Pemilu AS Bikin Pasar Saham Bergairah

Baca Artikel Asli