Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PAN: Jangan Lagi Ada Korban Kebiadaban KKB

Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 April 2021

Merahputih.com - Setiap gerakan separatisme bersenjata oleh Kelompok Kriminal Bersenjata harus diambil tindakan tegas dan tuntas oleh TNI sebagai penjaga kedaulatan negara.

Jika tidak ditangani dan ditindak tegas, maka aksi kelompok separatis dan teroris (KST) yang terjadi di Papua bisa membahayakan integrasi bangsa dan mengancam nyawa masyarakat Papua.

Baca Juga:

KKB Tembak 3 Anggota Polri di Kabupaten Puncak, 1 Gugur

"Jangan lagi ada anggota TNI atau Polri dan masyarakat yang menjadi korban kebiadaban kelompok ini. TNI-Polri harus tegas, jangan lembek, bela NKRI dan jangan sampai merah putih terus tercoreng dengan aksi-aksi KKB," ujar Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi dalam keterangannya, Kamis (29/4).

Dia menilai KKB adalah kelompok separatisme karena bertindak destruktif, anarkis dengan menteror masyarakat dan bertujuan untuk memisahkan diri dari NKRI.

Aparat TNI-Polri melakukan pengejaran KKB yang melakukan aksi penembakan guru di Beoga Kabupaten Puncak, Jumat. (ANTARA News Papua/Satgas Humas Ops Nemangkawi)
Aparat TNI-Polri melakukan pengejaran KKB yang melakukan aksi penembakan guru di Beoga Kabupaten Puncak, Jumat. (ANTARA News Papua/Satgas Humas Ops Nemangkawi)

PAN mendukung langkah dan kebijakan aparat Kepolisian untuk menciptakan ketertiban sosial, keamanan, dan kenyamanan masyarakat sebagai hak asasi setiap warga negara Indonesia.

Transformasi polisi yang berlandaskan pada prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan (Presisi) diharapkan dapat diterapkan di lapangan agar pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat.

Baca Juga:

Habisi KKB dengan Mengesampingkan HAM Dinilai Tindakan Inkonstitusional

"Papua adalah Indonesia. Indonesia adalah negara kesatuan yang didirikan oleh suku-suku bangsa yang telah bersepakat bersama menjadi negara berdaulat, yaitu Indonesia," katanya.

Dia menilai penyelesaian persoalan Papua secara multidimensi harus mempertimbangkan kearifan lokal, nilai dan budaya otentik, kesejahteraan, dan keadilan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga atas sandang, pangan, dan papan dengan baik. (Pon)

Baca Artikel Asli