PAN: Jangan Lagi Ada Korban Kebiadaban KKB

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 29 April 2021
PAN: Jangan Lagi Ada Korban Kebiadaban KKB

Arsip- KKB Papua. (ANTARA/HO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Setiap gerakan separatisme bersenjata oleh Kelompok Kriminal Bersenjata harus diambil tindakan tegas dan tuntas oleh TNI sebagai penjaga kedaulatan negara.

Jika tidak ditangani dan ditindak tegas, maka aksi kelompok separatis dan teroris (KST) yang terjadi di Papua bisa membahayakan integrasi bangsa dan mengancam nyawa masyarakat Papua.

Baca Juga:

KKB Tembak 3 Anggota Polri di Kabupaten Puncak, 1 Gugur

"Jangan lagi ada anggota TNI atau Polri dan masyarakat yang menjadi korban kebiadaban kelompok ini. TNI-Polri harus tegas, jangan lembek, bela NKRI dan jangan sampai merah putih terus tercoreng dengan aksi-aksi KKB," ujar Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi dalam keterangannya, Kamis (29/4).

Dia menilai KKB adalah kelompok separatisme karena bertindak destruktif, anarkis dengan menteror masyarakat dan bertujuan untuk memisahkan diri dari NKRI.

Aparat TNI-Polri melakukan pengejaran KKB yang melakukan aksi penembakan guru di Beoga Kabupaten Puncak, Jumat. (ANTARA News Papua/Satgas Humas Ops Nemangkawi)
Aparat TNI-Polri melakukan pengejaran KKB yang melakukan aksi penembakan guru di Beoga Kabupaten Puncak, Jumat. (ANTARA News Papua/Satgas Humas Ops Nemangkawi)

PAN mendukung langkah dan kebijakan aparat Kepolisian untuk menciptakan ketertiban sosial, keamanan, dan kenyamanan masyarakat sebagai hak asasi setiap warga negara Indonesia.

Transformasi polisi yang berlandaskan pada prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan (Presisi) diharapkan dapat diterapkan di lapangan agar pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat.

Baca Juga:

Habisi KKB dengan Mengesampingkan HAM Dinilai Tindakan Inkonstitusional

"Papua adalah Indonesia. Indonesia adalah negara kesatuan yang didirikan oleh suku-suku bangsa yang telah bersepakat bersama menjadi negara berdaulat, yaitu Indonesia," katanya.

Dia menilai penyelesaian persoalan Papua secara multidimensi harus mempertimbangkan kearifan lokal, nilai dan budaya otentik, kesejahteraan, dan keadilan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga atas sandang, pangan, dan papan dengan baik. (Pon)

#Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #Papua #PAN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Bagikan