MerahPutih.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menerima dua anggota baru, yakni Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA).
Dengan bergabungnya dua cabang olahraga tersebut, jumlah anggota NOC Indonesia kini bertambah menjadi 74 cabang olahraga.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan masuknya padel dan cheerleading menjadi gambaran perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Okto, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga padel menjadi salah satu alasan utama diterimanya PB PI sebagai anggota baru NOC Indonesia. Terlebih, padel juga akan dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
“Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” ujar Okto di Jakarta, Sabtu (9/10).
Baca juga:
Lewat Dukungan Prabowo, NOC Optimistis Pencak Silat Selangkah Lagi Masuk Olimpiade
Selain pengesahan anggota baru, NOC Indonesia juga menerima sejumlah aspirasi dari cabang olahraga terkait agenda event internasional yang akan digelar di Indonesia.
Beberapa agenda yang disampaikan dalam Rapat Anggota antara lain kejuaraan angkat besi pada akhir tahun serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti atlet renang dari berbagai negara.
Namun, perhatian utama dalam rapat kali ini tertuju pada tawaran dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox.
Stephan Fox menawarkan Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027.
Baca juga:
Raja Sapta Oktohari menilai tawaran tersebut memiliki nilai strategis besar bagi perkembangan olahraga nasional karena World Combat Games menjadi bagian penting dalam jalur menuju Olimpiade.
“Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade,” jelas Okto.
Ia menegaskan bahwa peluang tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif bersama berbagai stakeholder, termasuk pemerintah.
Menurutnya, dukungan penuh dari seluruh pihak menjadi faktor penting apabila Indonesia serius ingin menjadi tuan rumah event olahraga dunia tersebut.
“Ini peluang yang sangat besar. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, karena ini bukan hanya tentang penyelenggaraan event, tetapi juga positioning Indonesia dalam peta olahraga dunia,” tegasnya. (Knu)