Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Orang Belum Divaksin Berisiko Tinggi Meninggal saat Gelombang COVID-19 Kali Ini

Zulfikar Sy - Jumat, 18 November 2022

MerahPutih.com - Penambahan kasus harian COVID-19 masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan COVID-19 didorong dari penularan subvarian baru COVID-19 XBB.

Terkini, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 6.699, Jumat (18/11).

Total kasus COVID-19 secara nasional menjadi 6.586.812. Lalu, pasien sembuh bertambah 5.854 kasus menjadi 6.376.205. Kemudian, pasien meninggal bertambah 32 kasus menjadi 159.323.

Sebelumnya, pemerintah meminta masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin untuk mengantisipasi gelombang lanjutan COVID-19.

Baca Juga:

Peningkatan Kasus COVID-19 di Jakarta akibat Subvarian Baru XBB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 lebih rentan meninggal pada gelombang COVID-19 kali ini.

"Masyarakat yang belum divaksin sangat berisiko meninggal di wave (gelombang) kali ini," kata Budi.

Bila mengacu pada data tersebut, orang yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 paling banyak yang meninggal.

Sebanyak 221 orang atau 47 persen dari total kasus kematian periode tersebut merupakan mereka yang sama sekali belum divaksinasi COVID-19.

Lalu, dari jumlah kasus meninggal periode tersebut ada 26 persen yang meninggal dengan status vaksinasi dua dosis.

Baca Juga:

Positif COVID-19 di Indonesia Tambah 7.822 Kasus

Kemudian yang booster ada 88 orang (19 persen), vaksin dosis pertama 33 orang (7 persen), dan yang belum diketahui status vaksinasinya ada 3 orang (1 persen).

Melihat data ini, Kemenkes pun terus mendorong agar masyarakat segera mendapatkan vaksinasi.

Sedangkan bagi yang sudah mendapatkan dosis pertama atau kedua untuk segera melengkapi dan mendapatkan booster atau dosis ketiga. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: COVID-19 Sudah Diprediksi Sejak 2013

Baca Artikel Asli