Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Operasi SAR Korban Longsor Cisarua Bandung Berakhir, 83 Korban dari 101 Kantong Jenazah Terindentifikasi

Wisnu Cipto - Jumat, 13 Februari 2026

MerahPutih.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah berlangsung selama 22 hari.

“Basarnas secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu setelah berlangsung selama 22 hari,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Bandung, Jumat (13/2).

Baca juga:

Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung

Hasil Operasi SAR Longsor Cisarua Bandung

Ade menjelaskan, keputusan penghentian operasi diambil setelah evaluasi menyeluruh bersama tim SAR gabungan dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel.

“Keputusan penghentian operasi diambil melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel,” ujarnya, dikutip Antara.

Selama operasi, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 101 kantong jenazah, dengan 83 korban berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Dari jumlah tersebut, 64 orang merupakan warga setempat. Seluruh jenazah yang teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Baca juga:

Longsor Bandung Barat: 82 Orang Masih Dicari, Gubernur Jabar Putuskan Relokasi Warga

Status Tanggap Darurat Dicabut Sejak 6 Februari

Basarnas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Operasi pencarian dimulai sejak 24 Januari 2026 dan berakhir pada 13 Februari 2026. Pemerintah daerah telah mencabut status tanggap darurat bencana longsor Cisarua pada 6 Februari 2026.

“Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” tandas Kepala Kantor SAR Bandung itu. (*)

Baca Artikel Asli