MerahPutih Bisnis - Nilai impor Papua mengalami kenaikan yang cukup besar yakni 62,25 persen.
Seperti dilansir Antara News, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Didiek Koesbianto mengungkapkan jika total impor Papua pada Mei 2015 senilai 69,93 juta dolar AS, naik 62,25 persen dibandingkan periode sebulan sebelumnya.
Pendapatan tersebut didapat dari impor 10 golongan nonmigas utama senilai 44,27 juta dolar AS dan golongan nonmigas lainnya senilai 5,40 juta dollar AS.
"Komoditi dengan andil terbesar, yaitu bahan bakar disel senilai 18,94 juta dolar AS atau 27,08 persen dari total impor Papua," ujar Didiek, Minggu (20/6).
Didiek pun menambahkan secara kumulatif, total impor Papua dari Januari hingga Mei 2015 mengalaami penurunan seniai 37,32 persen dibandingkan total pada tahun sebelumnya dan menjadi hanya 264,33 juta dolar AS.
Menurutnya, impor migas mengalami penurunan akibat impor bahan bakar disel sebesar 45,30 juta dolar AS atau 39,44 persen, maupun pada impor nonmigas utama karena turunnyaa impor mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar 68,32 juta dolar AS.
Sedangkan untuk neraca perdagangan Papua secara kumulatif Januari hingga Mei 2015 mengalami surplus senilai 404,63 juta dolar AS. Pada periode Mei 2015, impor dari komoditas utama senilai 57,27 juta dolar AS atau naik 22,72 juta dolar AS (65,75%) dibandingkan pada April 2015.
Baca Juga:
Mendag Rachmat Gobel: Kenaikan Harga Masih Wajar
Waspadai Inflasi Tinggi Jelang Lebaran
Perpres Penetapan Harga dan Kebutuhan Pokok Sudah Ditandatangani