Nilai Impor Papua Naik 62,25 Persen

Muchammad YaniMuchammad Yani - Minggu, 21 Juni 2015
Nilai Impor Papua Naik 62,25 Persen

Pekerja melakukan proses produksi di Kilang Pengolahan Pertamina Unit VII Kasim, Sorong, Papua Barat, Rabu (3/6). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Nilai impor Papua mengalami kenaikan yang cukup besar yakni 62,25 persen.

Seperti dilansir Antara News, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Didiek Koesbianto mengungkapkan jika total impor Papua pada Mei 2015 senilai 69,93 juta dolar AS, naik 62,25 persen dibandingkan periode sebulan sebelumnya.

Pendapatan tersebut didapat dari impor 10 golongan nonmigas utama senilai 44,27 juta dolar AS dan golongan nonmigas lainnya senilai 5,40 juta dollar AS.

"Komoditi dengan andil terbesar, yaitu bahan bakar disel senilai 18,94 juta dolar AS atau 27,08 persen dari total impor Papua," ujar Didiek, Minggu (20/6).

Didiek pun menambahkan secara kumulatif, total impor Papua dari Januari hingga Mei 2015 mengalaami penurunan seniai 37,32 persen dibandingkan total pada tahun sebelumnya dan menjadi hanya 264,33 juta dolar AS.

Menurutnya, impor migas mengalami penurunan akibat impor bahan bakar disel sebesar 45,30 juta dolar AS atau 39,44 persen, maupun pada impor nonmigas utama karena turunnyaa impor mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar 68,32 juta dolar AS.

Sedangkan untuk neraca perdagangan Papua secara kumulatif Januari hingga Mei 2015 mengalami surplus senilai 404,63 juta dolar AS. Pada periode Mei 2015, impor dari komoditas utama senilai 57,27 juta dolar AS atau naik 22,72 juta dolar AS (65,75%) dibandingkan pada April 2015.


Baca Juga:

Mendag Rachmat Gobel: Kenaikan Harga Masih Wajar

Waspadai Inflasi Tinggi Jelang Lebaran

Perpres Penetapan Harga dan Kebutuhan Pokok Sudah Ditandatangani

Ketua Umum Arpindo Dukung Perpres Pengendalian Harga

#Ekspor-Impor #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan