Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nasib UMKM Diprediksi Bakal Meroket Usai Indonesia-AS Sepakati Tarif Dagang

Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Februari 2026

Merahputih.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Muhidin Mohamad Said, meyakini perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat akan memperluas jangkauan ekspor nasional sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Muhidin menegaskan bahwa negosiasi tarif ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memberikan manfaat ekonomi nyata bagi rakyat. Menurutnya, penyesuaian tarif dalam perjanjian tersebut harus dilihat sebagai peluang besar, baik dari sisi penguatan devisa maupun stabilitas harga pangan domestik.

Baca juga:

Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen

Dongkrak Ekspor Alas Kaki dan Sektor UMKM

Sektor alas kaki menjadi salah satu primadona yang diprediksi akan meroket berkat kesepakatan ini. Dengan tarif yang lebih kompetitif, produk sepatu asal Indonesia kini memiliki daya saing lebih tinggi di pasar Amerika Serikat dibandingkan negara kompetitor lainnya.

“Yang jelas, kebijakan ini pasti menguntungkan kita. Ada barang-barang yang bisa kita ekspor dan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, terutama sektor alas kaki yang melibatkan banyak UMKM,” ujar Muhidin, Kamis (26/2).

Keunggulan tarif ini akan membuat konsumen di Amerika Serikat beralih ke produk Indonesia. Hal ini secara otomatis akan menggerakkan roda ekonomi di tingkat perajin dan pengusaha kecil yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Stabilkan Harga Pangan Lewat Skema Impor Cerdas

Selain urusan ekspor, perjanjian ini mengatur tarif nol persen untuk komoditas krusial seperti jagung dan kedelai asal Amerika Serikat. Muhidin menilai kebijakan ini bukan ancaman, melainkan solusi untuk menekan harga bahan baku pangan yang selama ini membebani masyarakat.

“Barang-barang seperti jagung dan kedelai itu dikenakan tarif 0 persen. Artinya, harga di tingkat masyarakat bisa lebih murah dan daya belinya lebih bagus,” jelas Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut.

Baca juga:

Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen

Menepis kekhawatiran soal banjir impor, ia menegaskan bahwa komoditas yang didatangkan hanyalah barang yang stok nasionalnya masih kurang. Langkah ini merupakan pengalihan sumber impor dari negara lain ke Amerika Serikat guna mendapatkan skema yang lebih menguntungkan.

“Setiap kebijakan harus menguntungkan masyarakat. Kalau tidak menguntungkan masyarakat, untuk apa kebijakan itu diambil,” tegas Muhidin menutup keterangannya.

Baca Artikel Asli