Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Hiburan & Gaya Hidup

Muncul Tren 'New Year, New Mental Issues', Apa Pemicunya?

Frengky Aruan - Sabtu, 04 Januari 2025

MerahPutih.com – Belum ada seminggu di 2025, namun media sosial kembali heboh dengan tren unik yang menarik perhatian banyak orang, yaitu “New Year, New Mental Issues”. Tren ini muncul sebagai respons ironis terhadap perayaan tahun baru, menggantikan slogan populer sebelumnya, “New Year, New Me”.

Fenomena ini bermula dari sebuah unggahan di TikTok oleh pengguna bernama Azy, yang membagikan tangkapan layar percakapan dengan kalimat mencolok: “New Year, New Mental Issues”.

Video tersebut langsung viral, mendapatkan lebih dari 50.000 suka dan lebih dari 2.800 kali dibagikan. Banyak pengguna yang merasa kalimat ini sangat menggambarkan perasaan mereka menjelang pergantian tahun.

Mengapa justru tekanan sukses di tahun baru bisa memicu stres?

Berikut tiga alasannya sebagaimana dikutip dari Bridger Peaks Counseling:

1. Perfeksionisme dan tujuan yang tidak realistis

Meskipun mengejar kesempurnaan bisa menjadi sifat yang positif, perfeksionisme sering kali membuat kita menetapkan tujuan yang sulit dicapai. Ketika kita tidak berhasil mencapainya, kita mungkin merasa gagal, meskipun sebenarnya telah membuat kemajuan yang berarti. Hal ini akhirnya akan mengundang stres.

Baca juga:

Habis Tahun Baruan Kolestrol Malah Naik? Gini Solusinya

2. Perbandingan sosial dan tekanan eksternal

Di dunia yang sangat terhubung, media sosial sering kali memperbesar perasaan tidak cukup baik. Melihat orang lain tampaknya berhasil dalam mencapai tujuan mereka dapat menciptakan perbandingan yang tidak realistis dan membuat kita merasa tertinggal. Padahal, media sosial jarang menunjukkan gambaran asli dibalik cerita atau perjuangan setiap orang.

3. Takut gagal dan kritik diri

Ketakutan akan kegagalan bisa menghentikan kita untuk mengambil risiko atau mengejar impian, yang pada akhirnya memicu siklus keraguan diri dan kecemasan. Pola pikir ini membuat kegagalan kecil terasa seperti kegagalan besar. Padahal, menghadapi kegagalan adalah bagian dari proses pertumbuhan dan mendorong ketahanan. (far)

Baca Artikel Asli