Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mudik Naik Motor, Waspadai 3 Potensi Gangguan Kesehatan Ini

Andika Pratama - Selasa, 29 Mei 2018

MerahPutih.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Indonesia memiliki tradisi yakni mudik. Di mana setiap individu pulang ke kampung halaman masing-masing untuk bersilaturahmi dengan handai taulan.

Menurut data Kementerian Perhubungan, pada tahun 2017 yang lalu, tercatat lebih dari 18 juta orang melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya. Untuk tahun ini, Kemenhub memperkirakan adanya peningkatan jumlah pemudik hingga mencapai angka 19,5 juta orang.

Masyarakat menggunakan berbagai macam moda transportasi untuk bisa mencapai kampung halaman. Tercatat, pada 2017, 8 juta orang menggunakan moda transportasi darat, 5,8 juta penumpang menggunakan KA, 3 juta orang mudik dengan pesawat terbang dan 1,72 juta orang menggunakan kapal laut.

Khusus moda transportasi darat, wahana yang digunakan bisa sangat beragam mulai dari bis, mobil pribadi, bahkan hingga sepeda motor. Khusus yang terakhir, Kementerian Perhubungan memberikan perhatian lebih, mengingat resiko yang harus dihadapi oleh para pemudik dalam perjalanannya.

Pemudik sepeda motor

Kecelakaan di jalur mudik didominasi oleh sepeda motor sekitar 70 persen. Sementara, Ditjen Perhubungan Darat memprediksi bahwa pada mudik tahun 2018 ini jumlah pengguna sepeda motor akan mencapai angka 6,39 juta orang.

Selain resiko kematian, para pemudik sepeda motor juga menghadapi potensi gangguan kesehatan terutama jika perjalanan yang menempuh jarak yang cukup jauh yaitu lebih dari 4 jam perjalanan. Ada tiga potensi gangguan kesehatan yang mungkin timbul yakni:

1.Dehidrasi

Para pesepeda motor terpapar langsung pada suhu luar dan sinar matahari, yang di iklim tropis seperti di Indonesia dapat berkisar antara 30 hingga 35o C. Hal ini dapat menimbulkan potensi dehidrasi yang dapat berujung pada penurunan fokus, pusing bahkan kehilangan kesadaran.

2.Inhalasi karbon monoksida

Para pesepeda motor menggunakan kendaraan yang terbuka, sehingga dapat langsung terpapar pada karbon monoksida yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor lainnya. Hal ini akan lebih parah terjadi dalam kondisi jalanan yang ramai, padat atau macet. Masuknya CO ke dalam tubuh dapat berakibat terganggunya fungsi pernafasan, mengurangi kesadaran atau bahkan hingga pingsan atau keracunan gas CO.

3.Kelelahan

Posisi pesepeda motor yang harus duduk sepanjang perjalanan dengan memegang setang kemudi serta merasakan vibrasi (getaran) dari mesin motornya dapat menimbulkan kelelahan (fatigue). Hal ini pada umumnya dapat ditandai dari munculnya rasa pegal di pinggang, punggung, leher, bahu, dan lengan. Disamping itu, panas yang muncul dari kerja mesin motor yang dirasakan oleh seorang pengendara dalam kurun waktu yang lama juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Kelelahan apabila bertumpuk dan mewujud dalam kondisi yang ekstrim dapat berujung pada kelambatan kemampuan berpikir atau pengambilan keputusan.

Mudik naik motor

Untuk menimalisir kecelakaan, Kementerian Perhubungan telah mengimbau pemudik untuk mengikuti program Mudik Gratis, di mana pemudik dan kendaraannya akan diangkut dengan moda transportasi seperti kereta api, kapal laut, atau pesawat. Hal ini untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kesehatan. (*)

Baca Artikel Asli