MerahPutih.com - Sosiolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ansari Yamamah mengingatkan pemudik untuk bisa cerdas memanfaatkan libur Idul Fitri atau Lebaran 2018 yang disiapkan pemerintah agar tidak terjebak kemacetan dalam perjalanan pulang kampung.
Untuk memberikan kesempatan dalam merayakan Lebaran 2018, dikutip dari Antara, pemerintah telah menyiapkan waktu libur pada 11-19 Juni 2018. Dengan rentang waktu libur yang relatif lama yakni selama sembilan hari tersebut, seharusnya cukup memberikan kesempatan bagi masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan itu.
Menurut Ansari, pemerintah sengaja memberikan waktu libur lebih cepat dari hari H agar masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk mudik.
Karena itu, Ansari menyarankan masyarakat yang sudah mendapatkan masa libur di tempat kerja masing-masing atau tidak memiliki urusan yang sangat penting, sebaiknya segera mudik.
Jika menerapkan cara lama yakni mudik pada H-1 Lebaran, dikhawatirkan membuat masyarakat akan terjebak dalam kemacetan atau kepadatan lalu lintas.
Selain melelahkan dan dapat menghabiskan biaya lebih besar seperti konsumsi BBM, cara lama juga cukup membahayakan karena penuh dengan kerawanan lalu lintas yang mengancam keselamatan jiwa.
"Mudiklah segera, jangan menunggu sehingga terjebak kemacetan. Lebih cepat jumpa dengan keluarga jauh lebih baik," kata Alumni Leiden University Belanda itu, Senin (4/6)
Jika memutuskan untuk lebih cepat mudik, masyarakat yang akan menikmati lebaran di kampung halamannya bisa lebih santai di jalan raya karena tidak perlu buru-buru dalam perjalanan. "Karena itu, cerdaslah memanfaatkan waktu libur yang ada supaya kita semakin khidmat menikmati Lebaran," tandas Ansari.
70 U-Turn Titik Macet Jalur Utara Ditutup
Sementara itu, kepolisian memastikan puluhan titik putaran balik arah (U-turn) sepanjang jalur utara di wilayah Karawang yang biasa menjadi titik macet saat musim mudik bakal ditutup mulai H-7 atau tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri 2018.
"Penutupan titik putaran balik arah itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan. Biasanya titik itu memicu kemacetan," kata Kasatlantas Polres setempat AKP Arman Sahti, di Karawang.
Menurut dia, penutupan U-turn di sepanjang jalur mudik wilayah Karawang itu menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Penutupan U-turn akan dilakukan mulai H-7 Lebaran, bertepatan dengan digelarnya Operasi Ketupat Lodaya 2018.
Sesuai dengan pemetaan jajaran kepolisian setempat, di sepanjang jalan Arteri Karawang-Cikampek hingga jalur Pantura wilayah Karawang terdapat 78 titik U-turn. "Jika selama arus mudik lebaran U'turn itu tetap dibuka, khawatir terjadi kemacetan di 78 titik U-turn itu," tandas dia. (*)