MerahPutih.com - Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Kholil untuk menyerahkan bantuan hewan kurban di lembaga itu.
Luhut mengunjungi pesantren itu didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.
Dalam sambutanya, Luhut menyatakan, para santri harus membiasakan diri bekerja keras, belajar, disiplin, dan jujur. Sebab, dengan belajar di pesantren para santri sudah memiliki bekal spiritual keimanan yang kuat. Namun, intelektual harus terus ditingkatkan.
Dia mencontohkan, ada seorang siswa pondok pesantren yang berhasil menempuh pendidikan tinggi di Harvard University dan saat ini sukses menjadi dosen di perguruan tinggi ternama.
"Saya yakin jika kalian menerapkan pesan saya tadi, maka beberapa dari kalian akan bisa menjadi pemimpin bangsa," kata Luhut di Madura, Rabu (30/8).
Para santri, kata jenderal purnawirawan itu, juga harus belajar teknologi terbaru, sehingga tidak ketinggalan dengan negara asing.
Menurut dia, jika ada santri yang memiliki prestasi akademik yang baik, bisa dilaporkan ke Menko Kemaritiman. Nantinya santri tersebut akan disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Kalian tidak perlu malu dengan apapun background keluarga yang dimiliki, sebab yang terpenting adalah tekad dan kerja keras," katanya.
Luhut berpesan, jika menjadi pemimpin harus bisa memberi tauladan atau contoh yang baik. Contoh tersebut, lanjut dia, bisa diaplikasikan dalam segala hal, baik disiplin, hidup sehat, dan lainnya.
"Komitmen para pendiri NU adalah sebagai pilar dan ujung tombak persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, jika salah satu santri di sini jadi pemimpin bangsa, maka harus memberi contoh yang baik bagi semua," katanya.
Pada kesempatan tersebut Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga menyerahkan bantuan berupa hewan kurban untuk Ponpes Nurul Kholil dan Pondok Pesantren Syaikhona Kholil. (*)
Sumber: ANTARA