Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mensesneg Pratikno Diisukan Jadi ‘Operator Politik’, Pengamat Duga Jokowi Sasaran Tembak 

Dwi Astarini - Selasa, 06 Februari 2024

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno viral disebut di sejumlah konten media sosial. Ia menjadi pembahasan ketika dituding menjadi operator politik bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai situasi. Hal itu termasuk upaya memudahkan proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi, sebagai calon wakil presiden setelah keputusan dari Mahkamah Konstitusi.

Isu itu kemudian menjadi pembahasan oleh sejumlah pengamat poltik. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin berpendapat serangan terhadap Pratikno merupakan strategi dari oposisi untuk menargetkan Jokowi. Ujang menyatakan oposisi memanfaatkan Pratikno, yang merupakan salah satu orang kepercayaan Jokowi dan telah menjabat Sekretaris Negara selama dua periode, sebagai cara untuk mendekati dan mengganggu Jokowi.

BACA JUGA:

Mensesneg Pratikno Tanggapi Isu Menteri PDIP Mundur dari Kabinet

"Ada upaya-upaya dari lawan-lawan politik Jokowi untuk menghajar, melumpuhkan, termasuk mengalahkan Jokowi," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Selasa (4/2).

Ujang menilai salah ssatu sasaran tembaknya ialah Pratikno. “Karena pintu masuknya ke Jokowi lewat Pratiktno. Salah satu orang kepercayaan Jokowi,” papar Ujang.

Dia melihat saling serang dalam politik merupakan hal biasa. “Dalam politik, praktik saling serang dan upaya untuk saling mengalahkan merupakan hal yang lumrah terjadi,” tutur Ujang.

Sementara itu, dosen komunikasi politik Pascasarjana Universitas Paramadina Prabu Revolusi menyoroti pentingnya etika dan berita harus didasarkan pada data dan fakta yang dapat diverifikasi. Khususnya sumber yang kredibel.

“Kita tahu ini beberapa hari mendatang kita akan ada pencoblosan sehingga sangat memungkinkan motif pemberitaan seperti ini karena ada motif kepentingan politik. Namun, saya ingin membahas dari sisi etika jurnalistik terlebih dahulu,” kata Prabu kepada awak media di Jakarta, Selasa (6/2).

Prabu mempertanyakan motif di balik timing isu ini, mengingatkan bahwa pemberitaan tanpa dasar yang kuat bisa jadi hanya merupakan gosip atau upaya memengaruhi opini publik menjelang pemilihan. “Jika memang pemberitaan yang diangkat itu betul-betul memiliki kepentingan bagi publik, tapi narasumbernya terancam nyawa misalnya jika diungkapkan, bisa saja narasumbernya anonim,” tutur Prabu.

Dia mengajak publik untuk kritis dan mempertanyakan validitas serta timing dari pemberitaan tersebut. Termasuk berpikiran bahwa tindakan seperti ini mungkin bertujuan memengaruhi hasil pemilihan. “Etika jurnalistik perlu dipatuhi,” tutup Prabu.(knu)

Baca Juga

Pramono Bantah Keretakan Hubungan Jokowi-Megawati

Baca Artikel Asli