APAKAH kamu anak kos? Perantau? Ibu rumah tangga? Jika kamu sering belanja, terkadang merasa terlalu boros saat berbelanja. Memang cara berbelanja setiap orang berbeda-beda. Ada yang hanya berbelanja saat membutuhkan sesuatu atau hanya berbelanja saat semua bahan masakannya sudah habis. Bisa jadi ada yang lebih teratur dan menjadwalkan rencana belanja bulanan ataupun mingguan.
Sebagian besar masalah seseorang dalam mengatur keuangannya adalah pengeluaran yang berlebihan untuk makanan. Kamu sering tergiur dengan diskon atau sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam daftar belanjaanmu. Berikut adalah hal-hal yang harus kamu perhatikan untuk mengetahui apakah kamu sudah berlebihan dalam mengeluarkan biaya untuk makanan atau tidak.
Baca Juga:
Mengenal Istilah Food Coma, Kondisi 'Mager' Akibat Terlalu Banyak Makan
1. Kulkas
Jika kamu sering membuang sesuatu dari kulkasmu, artinya kamu membeli terlalu banyak makanan yang tidak sesuai porsi makanmu. Ini menunjukkan kamu selalu membeli makanan secara berlebihan tanpa memperhitungkan jumlah konsumsimu. Cara termudah untuk mencegah hal ini adalah mengingat atau mencatat bahan makananmu yang belum habis agar kamu tidak membelinya lagi saat pergi berbelanja.
2. Resep
Kamu sering merasa seperti tidak mempunyai makanan atau tidak tahu harus memasak apa. Ini membuatmu sering mencari inspirasi resep-resep untuk memasak. Kemudian kamu akan melanjutkan tahap itu dengan mencatat bahan-bahan yang diperlukan dan memasukkannya dalam daftar belanjaan. Setelah kamu membelinya, kamu malah sudah tidak memiliki niat untuk membuat resep tersebut. Alhasil bahan-bahan tersebut hanya akan tersimpan sampai kadarluasa dan dibuang.
Cobalah untuk memilih resep yang benar-benar akan kamu masak. Bukalah kulkasmu dan periksa semua bahan masakanmu yang sudah dekat dengan tanggal kadarluasa dan olah secepatnya.
3. Harga
Kebanyakan orang, terutama yang baru mencoba hidup sendiri, tidak mengetahui harga bahan makanan yang dibeli. Bisa jadi kamu tidak bisa menawar karena kamu tidak tahu berapa harga bahan makanan itu pada umumnya. Ini yang terkadang membuatmu membeli bahan makanan dengan harga yang mahal. Untuk mencegah ini, cobalah untuk mencari tahu di internet harga-harga bahan makanan tertentu yang ingin kamu beli. Dengan begitu itu kamu tahu toko mana yang menjual bahan makanan dengan harga yang lebih murah.
Baca Juga:
Makan Pakai Tangan, Kebiasaan Orang Indonesia yang Banyak Manfaatnya
4. Makanan instan
Ada kesalahpahaman umum yang selalu menjadi patokan, yaitu makan sehat diartikan sebagai makanan yang sangat mahal. Kamu harus memperhatikan berapa harga makanan olahan yang kamu beli. Terkadang, kamu terlalu banyak membeli makanan instan dengan harga yang mahal. Tetapi belum tentu makanan itu lebih sehat daripada makanan lainnya. Akan lebih murah jika kamu mengambil bahan makanan yang segar seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau daging. Ketimbang kamu mengambil sosis, nugget, dan sereal.
5. Lapar
Melansir Mashed, sebuah studi menunjukkan bahwa pergi ke toko makanan saat lapar cenderung membuat orang membeli makanan yang kurang bergizi dan menghabiskan lebih banyak uang. Jika kamu berbelanja dengan perut keroncongan, kamu hanya akan merasa menginginkan semua hal yang enak untuk dimakan. Hal ini mendorong kamu membeli sesuatu yang tidak ada di dalam daftar belanjaanmu.
6. Memasak
Banyak orang berpikir menghabiskan beberapa rupiah untuk makan siang setiap hari adalah pengeluaran yang kecil. Tetapi sebenarnya jika dihitung-hitung itulah yang menjadi salah satu pengeluaran terbesar. Ketika kamu memasak sendiri, kamu bisa mengurangi biaya sampai 50 persen. Tentunya saja, ini akan membantumu menghemat lebih banyak. Membeli bahan makanan dan memasak sendiri memang lebih merepotkan. Tetapi jika hal itu bisa membantu untuk menghemat pengeluaranmu kenapa tidak?
Jika kamu merasa bosan dan capek mungkin kamu bisa membuat jadwal seperti membawa masakan sendiri dalam satu minggu penuh. Kemudian pada minggu selanjutnya kamu bisa membeli makanan diluar. Pengeluaran biaya untuk makanan siang, terbantu dengan sistem ini. (Tel)
Baca Juga:
Penelitian Terbaru Ungkap Gangguan Makan Meningkat selama Pandemi