Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Matikan AC, Lebih Baik Buka Jendela saat Pandemi

Raden Yusuf Nayamenggala - Senin, 08 Februari 2021

DI MASA pandemi banyak orang masih bingung tentang anggapan ruangan ber-AC tidak baik bagi kesehatan. Alasannya karena berisiko terpapar virus Corona. Dr. Muhammad Adib Khumaidi selaku Ketua Terpilih PB IDI menjelaskan fakta tentang hal ini.

Dr. Adib mengatakan sesuai anjuran anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ruangan dengan jendela yang bisa dibuka lebih baik di masa pandemi COVID-19 saat ini ketimbang lokasi ber-AC.

Baca Juga:

Pakar Ungkap Jenis Masker Terbaik untuk Mencegah Virus

"Pada kondisi pandemi, AC kurang dianjurkan. Jadi kami lebih menganjurkan untuk membuka jendela," ujar Dr. Adib seperti yang dikutip dari laman Antara.

Berada di ruangan dengan jendela terbuka lebih aman di saat pandemi. (Foto: pixabay/mstlion)

Selain itu, Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) sekaligus epidemiolog Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, juga angkat bicara soal ruangan ber-AC.

Dr. Ridwan menjelaskan saat ini rekomendasi lain WHO selain menjaga jarak, mencuci tangan dan mengenakan masker, jendela juga harus dibuka. Menurutnya, kluster kantor yang terjadi selama ini sebagian besar terjadi di ruangan ber-AC.

Beberapa waktu lalu, di sebuah restoran di Korea Selatan, menunjukan penularan COVID-19 dari satu orang ke orang lain di ruangan ber-AC. Padahal tidak ada kontak langsung terjadi.

Apabila kondisi tempat kerja kamu tidak memungkinkan membuka jendela seperti kantor yang berada di gedung-gedung tinggi, Dr. Adib menyarankan penggunaan air purifier dengan HEPA filter untuk menjaga kondisi ventilasi pada suatu ruangan.

Belakangan ini, ada sebuah teori yang mengatakan ion-ion tertentu dapat membantu mensterilkan ruangan. Menurut Adib, hal tersebut masih membutuhkan pembuktian secara ilmiah.

Baca Juga:

Persiapkan Ini Sebelum Divaksin COVID-19

Ruangan dengan jendela terbuka juga disarankan untuk yang menjalani isolasi mandiri. (Foto: pixabay/free-photos)

Sementara itu, ruangan dengan jendela terbuka juga disarankan bagi yang menjalani isolasi mandiri, baik dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala. Penggunaan AC harus dibatasi. "Ini yang paling direkomendasikan," kata Dr. Adib.

Walaupun ruangan yang digunakan untuk isolasi mandiri ber-AC, sebaiknya segera membersihkan AC dalam ruangan tersebut setelah digunakan untuk isolasi mandiri. (ryn)

Baca Juga:

Microsoft dan Oracle Tengah Garap Kartu Vaksin COVID-19 Digital

Baca Artikel Asli