MerahPutih.com - Kasus positif COVID-19 di tanah air kembali bertambah. Tercatat pada 1 September 2021, bertambah 10.337 kasus. Sehingga akumulasi positif COVID-19 saat ini 4.100.138 kasus.
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari COVID-19 pada hari ini tercatat 16.394 orang. Sehingga total sebanyak 3.776.891 orang sembuh.
Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 653 orang. Sehingga total meninggal menjadi 133.676 orang.
Baca Juga:
Dua Rumah Sakit COVID-19 di Jakarta Dikosongkan karena Tak Ada Pasien
Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi pandemi virus corona.
Meski situasi pandemi di tanah air sudah menunjukkan perbaikan, ia mengingatkan bahwa sejumlah negara masih mengalami lonjakan kasus.
"Beberapa negara yang penduduknya sudah divaksin sebanyak lebih dari 60 persen ternyata saat ini juga masih mengalami gelombang lonjakan kasus COVID-19 lagi," kata Jokowi beberapa waktu lalu.
Jokowi mengatakan bahwa kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan dalam 7 hari terakhir.
Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 juga melandai di angka 27 persen.
Namun demikian, perkembangan situasi COVID-19 harus menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Menurut Jokowi, lonjakan kasus virus corona di negara lain disebabkan karena masyarakatnya tak patuh pada protokol kesehatan.
Oleh karena itu, ia mewanti-wanti semua pihak tetap disiplin menerapkan 3M, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
"Kita harus bersama-sama menjaga agar kasus tidak naik lagi. Kuncinya sederhana, ayo segera ikut vaksin, ayo disiplin terapkan protokol kesehatan," ucap presiden.
Pemerintah pun masih terus melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1-4 di seluruh daerah di tanah air. Kebijakan itu diperpanjang hingga 6 September 2021.
Pada perpanjangan PPKM kali ini, terdapat sejumlah daerah yang turun level dari level 4 menjadi 3.
Di wilayah Jawa-Bali, daerah yang berada pada level 4 turun dari 51 menjadi 25 kabupaten/kota.
Baca Juga:
Pasien COVID-19 Menyusut, BOR Wisma Atlet 13 Persen
Wilayah aglomerasi yang turun ke level 3 pun bertambah yakni Malang Raya dan Solo Raya.
Dengan bertambahnya dua wilayah tersebut, daerah aglomerasi di Jawa yang kini berada pada level 3 yakni Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya.
"Untuk Semarang Raya berhasil turun ke level 2 sehingga secara keseluruhan di Jawa-Bali ada perkembangan yang cukup baik," ucap Jokowi.
Adapun wilayah Jawa-Bali yang berada pada level 3 bertambah dari 67 menjadi 76 kabupaten/kota. Lalu, daerah level 2 juga meningkat dari 10 menjadi 27 kabupaten/kota.
Untuk wilayah di luar Jawa-Bali jumlah provinsi yang berada di level 4 turun dari 7 menjadi 4 provinsi. (Knu)
Baca Juga:
Jawa Timur Keluar dari Zona Merah COVID-19, Khofifah: Alhamdulillah!