MerahPutih.com - Di media sosial tengah ramai dengan banyaknya bendera putih dipasang di lapak pedagang kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pemasangan bendera tersebut sempat membuat heboh media sosial, karena diasosiasikan sebagai tanda menyerah terhadap pandemi COVID-19 seperti yang dilakukan warga Malaysia.
Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan membenarkan adanya pemasangan bendera putih di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga:
Water Cannon Semprot Disinfektan ke Lapak di Tanah Abang, Ini Klarifikasi Polisi
"Itu dipasang bukan sama warga di sana, dipasang orang tak dikenal," ujar Singgih kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (27/7).
Singgih menerangkan, bendera putih yang ditemukan di sekitar pasar berjumlah sekitar enam buah.
Namun karena letak bendera berada di pinggir jalan, menjadikannya mudah terlihat warga dan masyarakat yang lewat.
Singgih mengatakan, bendera putih itu tak bertahan lama.
Bendera itu dicopot tak lama setelah fotonya tersebar di media sosial.
"Dicopot sama para pedagang, bukan kami," kata Singgih.
Singgih mengimbau kepada pihak yang akan memasang benda serupa untuk melapor ke polisi.
Meskipun bukan pelanggaran pidana, tindakan memasang bendera dapat menimbulkan keresahan masyarakat.
"Kami juga tidak tahu kan apa maksudnya, jadi setidaknya lapor dulu kalau mau pasang," kata Singgih.
Baca Juga:
Satpol PP Tutup Kafe Langgar Aturan Jam Malam di Tanah Abang
Pemasangan bendera putih ini juga dilakukan para pengusaha di beberapa daerah.
Hal ini sebagai tanda bahwa mereka kesulitan usaha karena diberlakukannya PPKM Darurat dan perpanjangan menjadi PPKM Level 4 oleh pemerintah.
Daripada mengibarkan bendera putih, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meminta masyarakat menggantinya dengan bendera Merah Putih.
Ia meyakini, bendera Merah Putih dapat memberikan semangat dan opstimisme untuk bangkit. (Knu)
Baca Juga:
10 Preman Pasar Tanah Abang Ditangkap Polisi Karena Peras Pengangkut Logistik