Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mantan Dubes RI untuk Rusia Sebut Putin Ingin Beri Pelajaran ke Ukraina

Zulfikar Sy - Jumat, 04 Maret 2022

MerahPutih.com - Serangan pasukan militer Rusia ke wilayah Ukraina sudah memasuki hari ke-8, sejak pertama terjadi pada 24 Februari lalu.

Duta besar Indonesia untuk Rusia 2016-2020 M Wahid Supriyadi mengatakan, invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina saat ini merupakan pelajaran sekaligus tekanan dari pemerintahan Vladimir Putin.

"Jadi sebenarnya perang ini sebagai pelajaran, sebagai pressure dari Rusia. Bukan untuk menduduki satu wilayah (di Ukraina) untuk Rusia," katanya dalam Kajian Mingguan Pengajian Prancis secara daring, Jakarta, Rabu (2/3).

Baca Juga:

Jepang Akan Tampung Warga Ukraina Sebagai Pengungsi

Wahid mengatakan, invasi itu terjadi karena Ukraina berupaya menjadi bagian dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Serangan Rusia ke Ukraina juga dipicu oleh kekhawatiran Rusia atas ekspansi NATO di Eropa Timur, yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan Rusia.

"Karena ini adalah buffer zone, buffer states. Artinya kalau ada NATO di situ, ada peralatan-peralatan militer di depan pintu dia, secara geopolitik ini merupakan ancaman," katanya, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Puluhan Mantan Pasukan Bela Diri Jepang Daftarkan Diri untuk Berperang Bela Ukraina

Oleh karena itu, Wahid menduga bahwa Rusia akan menghentikan invasinya jika Ukraina menghentikan usahanya untuk bergabung dengan NATO.

"Apakah Anda (Ukraina) menyerah, kemudian netral dan tidak masuk NATO, maka (serangan) itu selesai, atau diganti dengan pemerintahan yang pro-Rusia," katanya.

Wahid mengatakan ada banyak demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat atas serangan Rusia ke Ukraina. (*)

Baca Juga:

Pemain Profesional CSGO Sumbang Rp473 Juta untuk Tentara Ukraina

Baca Artikel Asli