MerahPutih.com - MADMAX resmi memperkenalkan EP perdana bertajuk Neither The Same. Melalui lima lagu yang saling berkaitan, kuartet yang diperkuat Vika (vokal, rhythm guitar), Nadya (drum), Vierdha (bass), dan Amaranindya (lead guitar) mengajak pendengar merenungkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan ruang untuk saling memahami, tumbuh bersama, dan membangun hubungan yang lebih bermakna.
EP ini lahir dari berbagai pengalaman yang membentuk perjalanan para personelnya, mulai dari kenangan masa kecil, kisah-kisah personal, hingga dinamika persahabatan yang mereka jalani sebagai sebuah band.
Seluruh pengalaman tersebut kemudian dirangkai menjadi narasi yang menggambarkan bahwa setiap individu memiliki latar belakang dan perjalanan hidup yang berbeda, tetapi tetap dapat dipersatukan oleh tujuan serta mimpi yang sama.
Baca juga:
Featuz Rilis EP 'Home Again', Hadirkan Refleksi tentang Arti Rumah, Cinta, dan Kehidupan
Proses penggarapan Neither The Same dimulai sejak awal 2024. Dua lagu pertama ditulis lebih dahulu, sementara tiga lagu lainnya berkembang secara bertahap sepanjang 2025 hingga 2026.
Dalam proses kreatif tersebut, MADMAX menemukan benang merah yang menjadi fondasi EP ini, yakni perjalanan untuk kembali mengenang masa kecil, memahami pengalaman pribadi, serta merefleksikan berbagai peristiwa yang membentuk diri mereka hingga saat ini.
Mengangkat Tema Girlhood hingga Keberanian Menentukan Pilihan
Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan yang lebih luas mengenai girlhood, pergulatan emosi, keberanian mengambil keputusan, jatuh cinta, menetapkan batasan dalam hubungan, menghadapi pikiran sendiri, hingga memilih untuk tetap percaya pada cinta di tengah berbagai pengalaman hidup.
Makna itu juga tercermin dalam judul Neither The Same.
Bagi MADMAX, setiap personel hadir dengan pengalaman, karakter, dan proses pendewasaan yang berbeda. Namun, alih-alih menciptakan jarak, keberagaman tersebut justru memperkuat ikatan mereka sebagai sebuah band.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui gagasan Broken Shells and Trinkets, yang memaknai pecahan cangkang sebagai simbol fragmen kehidupan yang berisi kenangan, kesalahan, pelajaran, serta momen-momen sederhana yang perlahan membentuk identitas seseorang.
Tetap Mengusung Identitas Dream-Pop dan Noise-Pop
Dari sisi musikal, EP ini tetap mempertahankan karakter dream-pop dan noise-pop yang menjadi identitas MADMAX.
Warna musik tersebut diperkaya oleh berbagai referensi dari musisi seperti Alvvays, beabadoobee, Clairo, Fontaines D.C., The Smashing Pumpkins, The Cure, Yo La Tengo, hingga Swellow.
Meski sejak awal telah memiliki arah musikal yang jelas, proses rekaman berlangsung secara organik dengan banyak ide spontan yang muncul dari para personel maupun produser.
Hasilnya, setiap lagu menghadirkan nuansa yang segar tanpa meninggalkan karakter utama MADMAX.
Baca juga:
MANIPOL Rilis EP Perdana 'Maximize the Minimum', Bukti Keterbatasan Tak Menghalangi Berkarya
Melalui Neither The Same, MADMAX berharap para pendengar dapat menemukan potongan cerita yang relevan dengan kehidupan mereka sendiri.
EP ini diharapkan menjadi teman bagi siapa pun yang sedang mencari ruang untuk merasa dipahami, lebih percaya diri menjadi diri sendiri, atau sekadar menyadari bahwa mereka tidak menjalani semuanya sendirian.
Sebagai tindak lanjut dari perilisan EP perdana ini, MADMAX juga telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan.
Agenda tersebut meliputi showcase, release party, peluncuran merchandise eksklusif berupa kaus dan pin, hingga rencana merilis Neither The Same dalam format fisik. (Far)