The Sounds Project Vol. 9, Ketika Festival Musik Menjadi Ruang Bertemu dan Mencipta Memori

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
The Sounds Project Vol. 9, Ketika Festival Musik Menjadi Ruang Bertemu dan Mencipta Memori

The Sound Project sudah memasuki usia ke-9. (Foto: sounds project)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - The Sounds Project Vol. 9 kembali digelar selama tiga hari, yakni 7, 8, dan 9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta.

Mengusung tema Beyond Memories, festival ini mempertemukan lebih dari 120 musisi Indonesia dan internasional yang tampil bergantian di tujuh panggung.

Jumlah penonton yang mencapai hampir ratusan ribu orang selama tiga hari menjadikan The Sounds Project Vol. 9 sebagai salah satu festival musik berskala besar yang hadir tahun ini.

Namun, besarnya jumlah penonton dan deretan penampil bukan satu-satunya catatan dari penyelenggaraan edisi kesembilan tersebut.

Di balik keramaian panggung dan penampilan para musisi, The Sounds Project juga membawa sejumlah program yang menyentuh akar komunitas dan generasi muda.

Festival ini berupaya mempertahankan semangat awalnya sebagai acara yang tumbuh dari lingkungan kampus, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa, komunitas, dan musisi pendatang baru untuk terlibat dalam ekosistem festival.

Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda. Dengan niat baik, semangat itu yang terus kami bawa hingga sekarang,

Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru.

Perhatian pada Persoalan Lingkungan

Aspek lain yang menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini adalah perhatian terhadap persoalan lingkungan.

The Sounds Project Vol. 9 menggandeng Matters Project untuk menjalankan program pengelolaan sampah selama festival berlangsung.

Kolaborasi tersebut dilakukan sepanjang tiga hari penyelenggaraan sebagai bagian dari upaya mengelola sampah yang dihasilkan dari aktivitas festival.

Sampah yang terkumpul kemudian dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diolah menjadi bahan bakar dalam proses waste-to-energy (WTE).

Dengan demikian, pengalaman festival tidak hanya berhenti pada musik dan hiburan. Ada pula upaya untuk melihat bagaimana sebuah acara dengan jumlah pengunjung besar dapat mengelola dampak yang muncul selama penyelenggaraannya.

Penonton Datang dari Indonesia hingga Negara Tetangga

Antusiasme terhadap The Sounds Project Vol. 9 bahkan sudah terlihat sebelum pintu festival dibuka setiap harinya.

Penonton datang sejak pagi dan rela menunggu lebih awal demi menikmati rangkaian acara sejak awal.

Mereka juga tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah pengunjung datang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Kondisi tersebut membuat The Sounds Project Vol. 9 berkembang menjadi ruang pertemuan bagi penonton dengan latar belakang yang beragam.

Dari sisi penampil, festival tahun ini kembali menyusun daftar musisi dengan spektrum genre yang luas.

Tiga nama internasional, yakni Neck Deep dari Inggris, Nusantara Beat dari Belanda, dan JET dari Australia, menjadi jajaran headliner yang membawa karakter masing-masing ke panggung The Sounds Project.

Mereka tampil berdampingan dengan sederet musisi Indonesia, mulai dari Tulus, Bernadya, Hadad Alwi, Hindia, .Feast, Alkateri, Mahalini, Perunggu, King Nassar, Lomba Sihir, The Adams, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Raisa, Yura Yunita, Naykilla, Tenxi, hingga berbagai nama lainnya.

Keberagaman tersebut membuat festival menawarkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung.

Ada penonton yang datang untuk menikmati musik pop, rock, hingga berbagai warna musik lainnya. Sebagian lainnya mungkin menemukan penampil baru dari panggung yang berbeda.

Baca juga:

PESTAPORA 2026 Umumkan Daily Line-Up, Ada Sheila On 7 hingga Syahrini

Kolaborasi dan Penampilan Spesial

Selama tiga hari, lebih dari 120 musisi tampil bergantian di tujuh panggung.

Selain pertunjukan reguler, sejumlah kolaborasi dan penampilan khusus turut mewarnai The Sounds Project Vol. 9.

Nuansa nostalgia hadir melalui sejumlah penampilan yang membawakan lagu-lagu populer era 2000-an.

The Changcuters, Nidji, dan Vierratale menjadi beberapa nama yang membawa kembali atmosfer musik dari periode tersebut.

Kolaborasi juga menjadi salah satu bagian yang menonjol. Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers tampil bersama, sementara J-Rocks menghadirkan Tribute to L’Arc-en-Ciel.

Bilal Indrajaya dan G-Pluck kemudian mengajak penonton bernyanyi bersama melalui lagu-lagu The Beatles.

Sejumlah kolaborasi lainnya bahkan hadir secara spontan. Rizky Febian berkolaborasi dengan Mahalini dan Adrian Khalif, sementara Teenage Death Star tampil bersama The Panturas.

Monkey Boots juga berkolaborasi dengan Wancoy dari Grindboys.

Tidak berhenti di sana, The Sounds Project Vol. 9 turut menghadirkan Special Set dari Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati. Format tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan penampilan reguler ketiganya.

Baca juga:

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Reuni Geisha, Project Pop, hingga Ragam Pertunjukan Kolektif

Beyond Memories dan Perjalanan 11 Tahun

Rangkaian penampilan tersebut akhirnya menjadi bagian dari pengalaman yang dibawa pulang para pengunjung.

Selama tiga hari, festival tidak hanya menawarkan daftar musisi, tetapi juga berbagai pertemuan, kejutan, kolaborasi, dan momen yang menjadi kenangan tersendiri bagi penontonnya.

Pada akhirnya, Beyond Memories bukan hanya menjadi tema yang melekat pada The Sounds Project Vol. 9.

Selama tiga hari, festival tersebut menciptakan berbagai pengalaman yang kemudian menjadi ingatan bagi mereka yang hadir.

Sembilan volume dan sebelas tahun perjalanan membuat The Sounds Project bergerak jauh dari bentuk awalnya sebagai acara musik kampus.

Festival ini menjadi bagian dari perjalanan industri musik sekaligus ruang pertemuan bagi musisi, penonton, mahasiswa, komunitas, pekerja kreatif, dan berbagai pihak lain yang berada di dalam ekosistemnya.

Dari satu panggung sederhana hingga tujuh panggung dengan ratusan penampil, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa sebuah festival tidak hanya berkaitan dengan jumlah nama yang tampil atau banyaknya orang yang datang.

Ada cerita, pertemuan, kolaborasi, dan pengalaman yang tertinggal setelah panggung terakhir selesai.

Seperti tema yang diusung tahun ini, The Sounds Project Vol. 9 pada akhirnya bukan hanya tentang pertunjukan yang berlangsung selama tiga hari, tetapi juga tentang memori yang terus dibawa pulang oleh mereka yang menjadi bagian di dalamnya. (Far)

#The Sounds Project #Musik #Festival Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Marvelous, Beatboxer Muda Bekasi Bawa Batik ke Panggung Dunia
Marvelous tampil dalam kompetisi beatbox yang berlangsung di Warsawa, Polandia, pada 25 September 2026.
Dwi Astarini - 14 menit lalu
Marvelous, Beatboxer Muda Bekasi Bawa Batik ke Panggung Dunia
ShowBiz
Bikin Merinding! Andrea Bocelli Tutup Konser Jakarta dengan 'The Prayer' dan 'Con Te Partirò'
Andrea Bocelli sukses menggelar Romanza 30th Anniversary World Tour di JIExpo Jakarta. Lea Simanjuntak dan Rusanda Panfili turut memeriahkan konser.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Bikin Merinding! Andrea Bocelli Tutup Konser Jakarta dengan 'The Prayer' dan 'Con Te Partirò'
ShowBiz
Pusakata Hadirkan 'Anakku', Single Emosional yang Terinspirasi dari Kekhawatiran Seorang Ayah
Pusakata merilis single Anakku yang berawal dari tantangan Desta di podcast Vindes. Lagu ini mengangkat cinta, doa, dan harapan seorang ayah untuk anaknya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Pusakata Hadirkan 'Anakku', Single Emosional yang Terinspirasi dari Kekhawatiran Seorang Ayah
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'Sedih Harus Kau Buang' dari Whisnu Santika dan Maul Ibrahim, tentang Perpisahan dan Kenangan
Whisnu Santika dan Maul Ibrahim merilis Sedih Harus Kau Buang pada 27 Agustus 2026. Lagu elektronik ini mengangkat kenangan, penyesalan, dan perpisahan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Makna Lirik Lagu 'Sedih Harus Kau Buang' dari Whisnu Santika dan Maul Ibrahim, tentang Perpisahan dan Kenangan
ShowBiz
Lirik dan Makna Lagu Viral 'Negoro Angin' Versi Minang yang Diadaptasi oleh Kevin Cotok
Lagu Negoro Angin Denny Caknan diadaptasi Kevin Cotok ke bahasa Minang. Kisah LDR dan kerinduan tetap menjadi inti lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Lirik dan Makna Lagu Viral 'Negoro Angin' Versi Minang yang Diadaptasi oleh Kevin Cotok
ShowBiz
Teddy Adhitya Rilis 'Pesona Rahasia', Terinspirasi Kenangan Bersama Mendiang Ayah
Teddy Adhitya merilis single 'Pesona Rahasia' sebagai pengantar album 2027. Menghadirkan eksplorasi vokal lebih bebas dan menyimpan kenangan bersama mendiang ayahnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Teddy Adhitya Rilis 'Pesona Rahasia', Terinspirasi Kenangan Bersama Mendiang Ayah
ShowBiz
Akbar Chalay Gandeng Matta di Single 'Kera Sakti', Angkat Kisah Sosok yang Pandai Memikat Hati
Akbar Chalay berkolaborasi dengan Matta lewat single 'Kera Sakti'. Padukan eksplorasi musik dan karakter pop dengan cerita sosok yang lihai memikat hati.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Akbar Chalay Gandeng Matta di Single 'Kera Sakti', Angkat Kisah Sosok yang Pandai Memikat Hati
ShowBiz
WOODZ Rilis Single 'Come into my world!', Ajak Penggemar Sejenak Lupakan Rutinitas
WOODZ merilis single terbaru 'Come into my world!' pada Oktober 2026. Lagu ini mengajak pendengar melepas beban pikiran dan beristirahat dari rutinitas.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
WOODZ Rilis Single 'Come into my world!', Ajak Penggemar Sejenak Lupakan Rutinitas
ShowBiz
Crush Rilis 'Seesaw', Ungkap Peran Penting IU dalam Proses Kreatif Lagunya
Crush merilis single terbaru 'Seesaw'. Lagu ini melibatkan IU dalam proses kreatif dan mengangkat kisah gejolak perasaan saat jatuh cinta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Crush Rilis 'Seesaw', Ungkap Peran Penting IU dalam Proses Kreatif Lagunya
ShowBiz
Kanda Brothers Hadirkan 'JĪVANA', Refleksi tentang Kehidupan dan Perjalanan Menjadi Orang Tua
'JĪVANA' menjadi representasi atas pemaknaan hidup yang semakin luas.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
Kanda Brothers Hadirkan 'JĪVANA', Refleksi tentang Kehidupan dan Perjalanan Menjadi Orang Tua
Bagikan