MERAHPUTIH.COM — MACKLEMORE menegaskan seruannya untuk ‘free Palestine’ bukan merupakan serangan terhadap masyarakat Yahudi. Sebelumnya, Macklemore telah menyampaikan sejumlah komentar terkait dengan Palestina saat menjadi penampil pembuka dalam dua konser Sheeran di New Jersey pada akhir pekan lalu.
Dalam video yang diunggah ke media sosialnya pada Senin, Macklemore terlihat berada di atas panggung dan mengatakan kritik terhadap Israel tidak ditujukan kepada masyarakat Yahudi.
"Kepada seluruh saudara laki-laki dan perempuan Yahudi saya: kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukan kritik terhadap kalian," ujar Macklemore.
Namun, Israel telah menolak tuduhan genosida. Pemerintah Israel menyatakan operasi militernya di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki merupakan tindakan membela diri dan dilakukan sesuai hukum internasional.
Militer Israel melancarkan operasi di Gaza sebagai respons terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan 251 orang disandera.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 73.000 orang telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak saat itu, termasuk lebih dari 1.300 orang setelah gencatan senjata yang diumumkan pada 10 Oktober 2025. Angka kementerian tersebut dinilai dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Mahkamah Internasional (ICJ) saat ini menangani perkara yang diajukan Afrika Selatan terkait tuduhan genosida terhadap Israel. Proses tersebut dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebelum mencapai putusan. Israel menyebut perkara tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan didasarkan pada klaim yang bias serta tidak benar.
Baca juga:
Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran
Serukan Free Palestine
Macklemore pertama kali menyampaikan pernyataannya saat konser Sheeran di New Jersey pada Jumat dan Sabtu, pekan lalu. Ia menyampaikan pesan tersebut ketika memperkenalkan lagu protes Hind's Hall, yang dirilis pada 2024, dan mengkritik operasi militer Israel di Gaza.
Setelah pernyataan tersebut, Israeli-American Council meluncurkan petisi yang mendesak Sheeran mengeluarkan Macklemore dari daftar penampil pembuka untuk sisa tur. Dalam petisinya, organisasi tersebut menuding Macklemore menggunakan panggung untuk menyampaikan pesan politik secara panjang, menyerukan ‘free Palestine’, serta membawakan Hind's Hall dengan tayangan gambar Gaza dan pesan politik lainnya di layar stadion.
Israeli-American Council mengatakan konser merupakan acara musik bukan rapat umum politik, aksi protes, maupun kegiatan aktivis.
Pada Senin, Macklemore kembali mengunggah video dengan keterangan, ‘menginginkan semua manusia diperlakukan setara seharusnya tidak pernah menjadi sesuatu yang kontroversial’.
Dalam video tersebut, ia mengatakan salah satu alasan dirinya bergabung dalam tur Sheeran yakni untuk berdiri di atas panggung di berbagai kota di Amerika Serikat dan menyuarakan dua kata yang sangat berarti baginya, yakni ‘free Palestine’.
"Saya ingin kata-kata itu terdengar keras dan jelas sehingga masyarakat dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kami tidak melupakan mereka," katanya.
Ia mengakhiri pesannya dengan menyerukan perdamaian, cinta, serta perlakuan yang setara dan bermartabat bagi seluruh manusia.(dwi)
Baca juga:
Ed Sheeran Buka Suara soal Macklemore Keluar dari Loop Tour 2026, Pilih tak Bawa Politik