Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

5 Lokasi Nyeleneh Kopdes Merah Putih yang Bikin Salfok dan Viral di Media Sosial

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026

Merahputih.com - Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran belakangan ini terus menyita perhatian publik.

Lucunya, sorotan bukan tertuju pada sejauh mana dampak penyerapan ekonomi dari keberadaan Kopdes Merah Putih, melainkan letak dan lokasi pembangunan Kopdes yang terbilang cukup nyeleneh.

Kopdes Merah Putih memang dipatok dengan target yang amat fantastis. Prabowo bahkan menyebutkan sudah ada 10 ribu unit Kopdes Merah Putih beroperasi, dengan target Kopdes 2026 mencapai 30 ribu operasional optimal di seluruh Indonesia.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih

Sejalan dengan klaim tersebut, Menteri Koperasi Ferry Julianto mengonfirmasi data IDX bahwa sebanyak 15.845 unit Kopdes Merah Putih dan kelurahan sudah siap berdiri lengkap dengan fasilitas gedung, gudang, gerai, hingga prasarana pendukung.

Di saat bersamaan, terdapat 19.539 unit Kopdes Merah Putih lainnya yang masih terus dikejar proses pembangunannya.

Namun, persoalan muncul ketika fisik bangunan Kopdes Merah Putih yang tampak sudah rampung justru belum menunjukkan tanda-tanda aktivitas perdagangan layaknya toko kelontong atau gerai kebutuhan pokok.

Fenomena lokasi Kopdes unik ini pun mendadak viral di media sosial karena posisinya dianggap kurang strategis dan cenderung janggal.

Deretan Lokasi Kopdes Merah Putih yang Menyita Perhatian Publik

Beberapa titik fisik bangunan Kopdes yang sudah berdiri tegak justru mengundang tanda tanya besar warga setempat.

Berikut lima lokasi bangunan Kopdes Merah Putih yang viral karena posisinya yang tak biasa:

Baca juga:

Spesifikasi Imatsu MDF, Kipas Angin Rp 11 Juta untuk Kopdes Merah Putih yang Lagi Viral

Meskipun ribuan unit gedung Kopdes Merah Putih terus digenjot pembangunannya secara nasional, kesesuaian penetapan lokasi dan kejelasan operasional harian tetap menjadi kunci utama agar program ini benar-benar membawa manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat desa. (Tka)

Baca Artikel Asli