Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Lima Strategi Bawaslu Cegah Kerawanan di TPS

Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Februari 2024

Merahputih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah membeberkan adanya tujuh indikator kerawanan yang paling banyak terjadi di tempat pemungutan suara (TPS).

Walaupun demikian, Bawaslu sendiri telah menyiapkan lima strategi untuk mencegah kerawanan tersebut.

Baca Juga:

Ganjar Minta Pendukungnya Bantu KPU Turunkan APK dan Siapkan Saksi

Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono menyebut lima strategi Bawaslu itu di antaranya patroli pengawasan di TPS-TPS yang rawan, koordinasi dan konsolidasi dengan lembaga terkait, sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat, kolaborasi dengan pemantau pemilu dan pengawas partisipatif.

"Dan terakhir menyediakan posko pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat," ujar Totok, Senin (12/2).

Baca Juga:

Viral Exit Poll Pemilu di TPS Luar Negeri, Begini Respons Ketua KPU

Sementara itu, tujuh indikator kerawanan yang paling banyak ditemukan di TPS, yaitu terkait penggunaan hak pilih, keamanan, potensi ada kegiatan kampanye, terkait netralitas ASN, prajurit TNI dan/atau anggota Polri, logistik pemilu, lokasi TPS yang sulit dijangkau atau di daerah rawan bencana, dan/atau dekat rumah pasangan calon, dan terakhir terkait keterandalan jaringan listrik/Internet.

Baca juga:

Pengiriman Surat Suara Pemilu 2024 ke Perbatasan Pakai Pesawat TNI AU

KPU menetapkan pemungutan suara untuk pasangan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung pada 14 Februari 2024, tetapi untuk TPS di luar negeri pemungutan suara berlangsung setidaknya sejak 9 Februari. (Knu)

Baca Artikel Asli