BAGIAN yang paling tak menyenangkan dari liburan ialah ketika itu berakhir. Kamu harus siap kembali ke aktivitas harian dengan segala rutinitas.
Dalam fase peralhian dari liburan ke kehidupan rutin, beberapa di antara kamu mungkin mengalami sakit kepala, insomnia, gelisah, bahkan tegang saat akan memulai aktivitas setelah liburan yang panjang. Tanda-tanda yang kamu alami itu menunjukkan kamu terkena post holiday blues.
BACA JUGA:
Dari Glamping hingga Nonton Konser, Ini Prediksi Tren Healing di 2023
Post holiday blues adalah kondisi emosional yang dirasakan setelah menikmati liburan. Hal yang menyebabkan kamu merasa murung, yaitu merasa liburanmu sangatlah menyenangkan atau kamu hanya ingin ada di masa liburan daripada kembali bekerja.
Biasanya, sindrom ini hanya bertahan di minggu awal setelah liburan. Gangguan emosional ini amat mirip dengan seasonal affective disorder (SAD), yaitu gangguan emosional yang terjadi pada waktu-waktu tertentu, sama halnya dengan sindrom setelah menikah yang merasa ‘kaget’ saat euforia pernikahan berakhir. Tak mengherankan jika banyak dari kamu yang merasakan murung atau bahkan depresi setelah liburan.
Seperti dikabarkan The New Daily, Dr Melissa Weinberg, seorang psikolog dari San Fransisco, mengatakan saat kamu mengalami liburan yang menyenangkan, sebenarnya itu hanyalah ilusi yang dibuat otak. Seburuk apa pun pengalaman liburanmu, otak hanya akan merekam bagian yang kamu nikmati ketimbang pengalaman buruk.
BACA JUGA:
Entah kamu menikmati atau tidak masa liburanmu, otak kamu akan tetap menerima bahwa liburan sudah kamu lewati. Pasalnya, otak dirancang untuk merekam berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten, seperti kebiasaan bekerja yang sehari-hari kamu lakukan. Termasuk saat berlibur, kondisi emosionalmu akan terbiasa untuk menikmati istirahat.
Jadi, saat kembali menghadapi pekerjaan, otakmu akan ‘kaget’ dan kembali menyesuaikan setelah keadaan setelah berubah. Hal itu terhitung sebagai normalisasi pascaliburan.
Namun, dalam kondisi tertentu, post holiday blues dapat bertahan dalam waktu yang lama. Jika sudah demikian, itu berarti saatnya kamu mencari pertolongan klinis, ya.(dwi)
BACA JUGA: