Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Lawan Pandemi, PBB Tetapkan 27 Desember Jadi Hari Kesiapsiagaan Epidemi

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 Desember 2020

MerahPutih.com - Dalam satu tahun ini, seluruh negara melakukan perang terjadap virus corona atau COVID-19. Perang panjang ini, membuat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (7/12) menyatakan 27 Desember akan menjadi Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional.

Peringatan ini, sebagai upaya untuk memastikan pelajaran yang diambil untuk setiap krisis kesehatan di masa depan.

Majelis Umum yang beranggotakan 193 orang mengadopsi resolusi ini melalui konsensus untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan, mendapatkan tanggapan paling awal dan paling memadai untuk setiap epidemi yang mungkin timbul.

Baca Juga:

Trump Putuskan Hubungan dengan WHO, Tarik Dana Triliunan Rupiah

"Mengingat Majelis Umum sebelumnya telah mengumumkan hari-hari internasional yang ditujukan untuk catur, yoga, dan toilet, tampaknya adil jika ada hari internasional untuk epidemi," kata direktur International Crisis Group UN Richard Gowan dikutip Antara.

Dia menggambarkan langkah simbolis itu sebagai upaya Majelis Umum PBB ketika banyak negara kecil dan miskin, khawatir tidak akan mengambil bagian dalam keputusan nyata tentang vaksin atau pemulihan virus corona.

Duta Besar Vietnam untuk PBB Dang Dinh Quy saat memperkenalkan resolusi tersebut menegaskanmemperingati Hari Internasional tentang Kesiapsiagaan Epidemi akan menjadi cara yang penting untuk mencapai tujuan. Resolusi PBB ini, menekankan pentingnya kerja sama internasional dan multilateralisme.

Sidang PBB
Sidang PBB. (Foto: UN)

"Pandemi itu membuat kami lengah, tetapi juga telah berfungsi sebagai seruan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami," kata

Virus COVID-19 awalnya muncul di kota Wuhan di China akhir tahun lalu dan menyebar secara global, sejauh ini menginfeksi lebih dari 66 juta orang dan menewaskan sekitar 1,5 juta orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai pandemi pada Maret 2020. (*)

Baca Juga:

Gandeng TikTok, WHO Cegah Informasi Hoaks Seputar Virus Corona

Baca Artikel Asli